Mobil Listrik

Plus Minus Nissan Note e-Power, CKD vs CBU

Ekawan Raharja    •    Kamis, 23 Nov 2017 13:18 WIB
nissan
Plus Minus Nissan Note e-Power, CKD vs CBU
Nissan Note e-Power sudah di jajal oleh Menteri Perindustrian. MTVN/Ekawan

Bali: Nissan beberapa waktu lalu sudah memperkenalkan Note e-Power kepada masyarakat di Indonesia dan menyatakan siap memasarkannya. Lantas jika regulasi mobil listrik sudah di buat, Nissan sebaiknya memasok Note e-Power dengan skema completely knock-down (CKD) atau completely build up (CBU)?

General Manager Marketing and Strategi PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, memiliki partimbangan tersendiri mengenai dua skema ini. Menurutnya perlu dilihat dulu regulasi yang akan dihadirkan oleh pemerintah akan lebih menguntungkan skema CKD atau CBU.

"Tergantung regulasi pemerintah, begitu keluar skemanya kita akan putuskan CKD atau CBU," ujar Budi Selasa (22/11/2017) di sela-sela Lokakarya mengenai Nissan Intellegent Mobility yang berlangsung di Ubud Bali.

Tetapi terlepas itu semua, Budi menilai proses CBU akan lebih menguntungkan dan cepat. Namun dengan syarat skema CBU mendapatkan keringan pajak.

Kemudian jika memilih CKD akan memakan waktu yang cukup lama. Mengingat Nissan berarti harus menyiapkan fasilitas produksinya seperti pabriknya dan jalur produksi.

"Kalau pemerintah inginkan elektrifikasi, saya pikir CBU adalah solusi cepat, kalau CKD lebih lama. Apakah CBU atau CKD, balik lagi ke pemerintah."

Terlepas itu semua, anak perusahaan Indomobil Group ini memiliki rencana untuk terus memperkenalkan mobil listrik Note e-Power kepada masyarakat umum. Bahkan Budi dan tim sudah menyiapkan roadshow untuk Note e-Power agar bisa dicicipi oleh khalayak di berbagai daerah.

"Kami sangat peduli memasyarakakan e-Power ini seagresif mungkin. Maka di GIIAS sudah kita populerkan, pak menteri (Menteri Industri) sudah test drive. Nantinya kitakana bikin roadshow dari kota ke kota."


(UDA)