Tips Knowledge

Karburator vs Injeksi, Sistem Penyemprot BBM di Ruang Bakar

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 21 Mar 2018 09:44 WIB
tips knowledge
Karburator vs Injeksi, Sistem Penyemprot BBM di Ruang Bakar
Mesin dengan sistem karburator sudah mengalami peralihan ke injeksi. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Istilah karburator dan injeksi pastinya sudah sangat familiar di telinga kita, tapi apakah yang dimaksud dengan sistem karburator dan injeksi di mesin kendaraan?

Menurut Fahmi, yang buka praktek bengkel mobil Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Barat, secara prinsip, mesin yang menggunakan sistem karburator dan injeksi terletak pada cara atau metode pemasukan bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Ia menjelaskan, di sistem karburator bahan bakar masuk ke ruang mesin karena terdapat hisapan dari mesin, atau dapat dikatakan bensin masuk ketika mesin butuh pembakaran.
 
Sedangkan di sistem injeksi bahan bakar dimasukkan ke mesin dengan cara disemprotkan oleh injektor, bahan bakar didorong oleh pompa bahan bakar. Dan saat penyemprotan volumenya di atur oleh ECU (Electric Control Unit) mobil berdasarkan sensor yang ada.

Contoh sistem injeksion pada mobil

Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator, karena injektor membuat bahan bakar tercampur secara homogen.

Hal ini, menjadikan injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman. Injeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari keduanya.

Saat ini karburator kebanyakan masih dipakai dalam mesin kecil dan mobil tua. Awal 1990-an karburator sudah mulai mengalami masa peralihan dengan penggunaan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi, baik yang modifikasi ataupun bawaan pabrik.

Termasuk sepeda motor, yang mayoritas masih menggunakan karburator, dikarenakan lebih ringan dan murah. Namun pada 2005 sudah banyak model baru yang diperkenalkan dengan sistem injeksi bahan bakar.


(UDA)