Teknologi Otomotif

Mitsubishi Fuso Pertimbangkan Truk Ramah Perempuan

Ahmad Garuda    •    Kamis, 13 Sep 2018 08:11 WIB
mitsubishi
Mitsubishi Fuso Pertimbangkan Truk Ramah Perempuan
Mitsubishi Fuso pertimbangkan fitur khusus untuk kenyamanan perempuan pengemudi truk. Syarifah/Rukha

Jakarta: Produsen mobil-mobil berukuran besar seperti truk, memang tidak pernah mempertimbangkan mobil-mobil produksi mereka untuk ramah terhadap perempuan. Lantaran asumsi sopir truk pasti dari golongan laki-laki, masih cukup kuat.

Namun fakta bahwa di Indonesia pun terdapat sopir truk perempuan yang bahkan mengemudikan truk seorang diri, pun ada beberapa orang. Meski jumlahnya tidak banyak, tapi truk yang ramah terhadap kebutuhan akan perempuan saat berkendara memang belum pernah dipelajari.

"Jujur saja, ini adalah hal yang sangat baru bagi kami. Mitsubishi Fuso secara khusus belum pernah memperhatikan sedetail itu. Tapi sekarang terbukti memang ada perempuan pengemudi truk, tentu ada hal-hal yang kita harus komunikasikan. Terutama kebutuhan khusus mereka terkait soal perbedaan dengan laki-laki," ujar Direktur Sales & Marketing PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono melalui keterangan resminya.

Beberapa hal yang kemungkinan butuh penyesuaian untuk perempuan, lanjut Duljatmono, adalah soal kenyamanan. Lantaran kenyamanan sebagai perempuan saat mengemudikan mobil truk dan sebagai laki-laki itu pasti berbeda. "Makanya kami akan melanjutkan sesi obrolan khusus dengan para pengemudi truk perempuan ini lebih jauh."

Tiga pengemudi truk perempuan tersebut adalah Umik Syarifah Firdausi yang merupakan sopir dump truck dari Jember, Jawa Timur, lalu ada Rukhayati dari Palembang dan Imahwati yang merupakan sopir wingbox truck dari Semarang. Ketiganya mengaku terpaksa melakukan pekerjaan ini lantaran sudah menjadi single parent.

Ketiganya diundang khusus di acara Jogjakarta Truck Festival (JTF) 2018 di Yogyakarta pada Jumat-Minggu (7-9/9) di Jogja Expo Center. Di acara tersebut hadir beragam macam truk yang sudah mengalami modifikasi, sehingga tampak lebih istimewa.

"Sejauh ini kami mengemudikan trik tanpa ada masalah. Tapi jika akan ada penyesuaian khusus untuk kami perempuan, mungkin itu lebih baik lagi. Sehingga kaum perempuan yang ingin menjadi pengemudi truk, pun bisa merasa nyaman," timpal Umik.


(UDA)