Layanan Purna Jual

Konsumen Otomotif Anti Ribet, Auto2000 Pakai Jalur Digital

Ahmad Garuda    •    Kamis, 13 Jul 2017 20:32 WIB
toyota
Konsumen Otomotif Anti Ribet, Auto2000 Pakai Jalur Digital
Konsumen otomotif nasional, kini ogah ribet dan cenderung ingin layanan digital.

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsumen otomotif nasional, semakin ke sini perilakunya semakin berbeda dengan konsumen otomotif di masa lampau. Kesibukan yang semakin tinggi, membuat mereka tak mau ribet atau diributkan dengan ragam hal yang bisa saja terjadi saat mereka berkendara.

Hal ini diungkapkan langsung Chief Executive Auto2000, Agus Prajitno saat ditemui Metrotvnews.com. Ia menganggap konsumen sekarang itu anti ribet. Mereka tak mau lagi capek-capek datang ke bengkel untuk sekadar cek mobil dan melakukan servis rutin. Sehingga jika ingin layanan aftersales tetap berjalan normal, harus ada inovasi yang mereka telurkan agar tetap bisa memanjakan konsumen.

"Jadi kini kami melihat kebutuhan konsumen tersebut. Kalau bisa mereka tak lagi ke bengkel atau kemana-mana untuk melakukan perawatan mobil, ya mereka akan melakukan itu. Nah kebutuhan inilah yang kami lihat sebagai suatu keharusan inovasi. Sehingga kami perbaharui cara kami melayani konsumen. Yaitu memanfaatkan teknologi dan digitalisasi layanan," klaim Agus di XXI Lounge, pada Kamis (13/7/2017).

Sekarang, lanjut Agus, kalau mereka tidak bergerak cepat dan berinovasi, nanti bisa tertinggal dengan perkembangan teknologi. Kalau sudah begini, tentunya akan sulit untuk terus berada di loni inovatif.

"Kami melihat ini sebagai sebuah tantangan. Tapi kami siap dengan itu. Kami juga tidak mau hal-hal yang berbau instan, sehingga penanganan konsumen terkesan asal. Semua karyawan kami latih agar tanggap menggunakan teknologi terbaru dengan platform digital. Sehingga layanan ke konsumen bisa lebih baik."

Adapun layanan yang mereka digitalisasikan adalah Toyota Home Service (THS Online) serta sistem trade-in terbaru. Namun khusus untuk pembelian unit mobil, Agus menilai bahwa mereka belum bisa menjanjikan seperti itu. Lantaran ada tanda tangan hitam di atas putih menggunakan tinta basah. Ini regulasi, tapi jika suatu saat nanti regulasi sudah mengarah ke digitalisasi, mereka menyatakan sudah siap.


(UDA)