Mobil Ramah Lingkungan

Honda Tunggu Regulasi Resmi Mobil Berbahan Bakar Gas

Ahmad Garuda    •    Jumat, 17 Mar 2017 08:20 WIB
honda mobil
Honda Tunggu Regulasi Resmi Mobil Berbahan Bakar Gas
Honda pernah sumbangkan City CNG ke BPPT untuk penelitian. MTVN/A Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Bertepatan dengan pengumuman resmi berakhirnya masa tugas punggawa Honda mobil di Indonesia pada Kamis (16/3/2017), Honda juga umbar beerapa fakta pasar otomotif nasional. Terutama untuk mobil berbahan gas yang masih tarik ulur dengan penyusun regulasi.

Menurut Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy, bahwa mereka masih menunggu regulasi resmi mobil berbahan bakar gas untuk mobil pribadi. Lantaran jika hanya dari pihak industri yang ngotot, itu takkan ada sinergi dengan keputusan sang pembuat regulasi nantinya.

"Kami juga tak ingin asal meluncurkan produk di pasar nasional. Apalagi untuk mobil yang berbahan bakar gas. Perlu ada studi lebih jauh tentang itu. Kalau cuma pasang-pasang converter kit, ya kami tak mau seperti itu. Kami ini industri, kalau memang komitmen di situ, ya pasti kami harus memproduksi mesin yang memang diperuntukkan bahan bakar gas," ujar Jonfis.

Ia juga menilai bahwa Honda hingga saat ini bakal tetap mendukung regulasi industri otomotif nasional yang memang sesuai dengan filosofi mereka. Terutama untuk mobil-mobil ramah lingkungan. Selanjutnya Ia hanya menekankan untuk menunggu regulasi tentang penggunaan bahan bakar gas untuk industri otomotif nasional.

"Penggunaan bahan bakar gas juga tak mudah dari sisi industri. Bukan hanya memikirkan tentang bagaimana sebuah mobil bisa berjalan dengan emisi gas buang yang kandungan CO2 dan CO-nya semakin kecil. Tapi lebih dari itu, kita juga harus memastikan orang-orang kita suka. Salah satu contohnya adalah penggunaan tabung gas, sudah pasti akan mengambil tempat tersendiri. Belum lagi bobotnya dan sebagainya."

Tentang Honda City berbahan bakar gas yang mereka sumbangkan kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jonfis mengatakan bahwa itu adalah sumbangsih mereka terhadap dunia penelitian. Mereka juga benar-benar memberikan itu sebagai obyek pembelajaran, termasuk sistemnya dan lain-lain.

Jonfis menegaskan bahwa Honda tak punya hak untuk meminta laporan hasil penelitian yang telah mereka lakukan.


(GUS)