Peraturan Lalu Lintas

Pelanggaran Aturan Pelat Nomor Ganjil Genap, Fluktuaktif

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 07 Oct 2016 10:38 WIB
lalu lintas
Pelanggaran Aturan Pelat Nomor Ganjil Genap, Fluktuaktif
Efektifitas penerapan kebijakan ganjil genap MI/Immanuel Antonius.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta telah memberlakukan pengaturan pelat nomor ganjil genap. Langkah ini merupakan kebijakan transisi sebelum implementasi jalan berbayar atau Electronic Road Priching (ERP), di ruas jalan yang sebelumnya masuk 'three in one'.

Namun sebelum resmi ditetapkan, kebijakan ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari sosialisasi penerapan sistem ganjil genap yang sudah dilakukan 28 Juni hingga 26 Juli 2016. Dan uji coba yang dilakukan 27 Juli hingga 26 Agustus 2016.

Menurut keterangan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metra Jaya (PMJ) AKBP Budiyanto, kepada tim Metrotvnews.com di Jakarta, Rabu (5/10/2016), hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang atau waktu yang cukup kepada para pengguna jalan, serta memahami esensi yang terkandung dalam program tersebut.

Laporan PMJ menyebutkan, hasil survei dari kebijakan yang dilaksanakan melalui proses pentahapan (sosialisasi, uji coba, pemberlakuan secara efektif) ini menunjukkan, bahwa pelanggaran yang terjadi cenderung fluktuaktif.

Hasil survei pertama pada 12 Agustus 2016 menunjukan, jika waktu tempuh (travel time) mengalami penurunan sekitar 16 persen dan kecepatan mobil naik 17 persen. Serta pelanggaran yang diberi teguran (represif non yusticial ) turun 9,01 persen.

Sementara hasil survei kedua pada 25 Agustus 2016 menunjukkan, waktu tempuh (travel time) mengalami penurunan sekitar 19 persen, kecepatan naik 20 persen, volume kendaraan turun 15 persen dan alih moda kendaraan bermotor pribadi ke TransJakarta naik sekitar 30 persen.

Terakhir, survei di 22 September 2016 menunjukkan, waktu tempuh (travel time) turun sekitar 2 persen, kecepatan naik 2 persen. Kemudian menurunnya delay 25 persen di seluruh penggal jalan GAGE dan jalan alternatif yang mengalami kenaikan rata-rata sekitar 13 persen.

Berdasarkan keterangan PMJ, secara keseluruhan hasil survei lembaga independen ini diklaim punya indikator yang menunjukkan ke arah situasi yang lebih baik. Di antaranya waktu tempuh (travel time) yang mengalami penurunan, kemudian kecepatan yang mengalami peningkatan, volume kendaraan turun, serta alih moda transportasi pribadi ke TransJakarta yang meningkat.


(UDA)