Kendaraan Militer

Ternyata VW Kodok Punya Versi 4x4

Ainto Harry Budiawan    •    Sabtu, 03 Jun 2017 11:18 WIB
volkwagen
Ternyata VW Kodok Punya Versi 4x4
Volkswagen 4x4 Kommandeurwagen. silodrome/volkwagen

Metrotvnews.com: Sejak produksi pertamanya, VW Beetle alias Kodok dirancang dengan sistem pengerak roda belakang yang powerfull. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa mobil iconik tersebut pernah dibuat dalam versi berpengerak empat roda alias 4x4 yang lebih powerfull di tanjakan.
 
Versi 4x4-nya diproduksi khusus sebagai kendaraan dinas para petinggi militer Nazi Jerman selama berlangsungnya Perang Dunia (PD) II. Karena dikhususkan bagi para komandan pasukan, maka julukannya adalah Volkswagen Kommandeurwagen yang artinya VW-nya komandan.

Berbeda dengan versi reguler, body sedan KdF-Wagen dipasang di atas sasis mobil amfibi Kübelwagen. Fender lebih lebar karena menggunakan gardan lebar dan ban besar. Mesinnya tetap di belakang dan berpendingin udara yang dihubungkan dengan drivetrain 4x4 dari Schwimmwagen. Ketika dalam mode 4x4 aktif, transimisinya hanya bisa digunakan di gigi pertama.



Periode produksinya hanya berlangsung singkat, mulai 1941 hingga 1944. Hingga pabrik VW rusak dihantam bom sekutu, tercatat hanya ada 667 unit Volkswagen Kommandeurwagen sempat diproduksi. Jumlah sekecil itu pun sebagian besar dikirimkan kepada semua komandan pasukan Nazi yang berperang gurun-gurun pasir di Afrika Utara. Wajar saja bila unit utuhnya saat ini hampir tidak ada sama sekali.

Usai berakhirnya PD II pada 1945, pabrik VW dikontrol oleh pihak militer Inggris yang pengelolaannya kemudian diserahkan kepada industriawan otomotif Inggris. Namun tidak ada yang tertarik mengembangkan proyek rintisan Ferdinand Porsche tersebut. Alasannya desain VW sangat tidak menarik bagi kebanyakan pembeli dan karenanya tidak punya nilai ekonomi untuk diproduksi massal.

Penolakan dari kalangan pengusaha itu tidak membuat membuat Mayor Ivan Hirst kehilangan ide buat menyelamatkan aset besar di tangannya. Perwira menengah AD Inggris yang ditugaskan untuk mengelola pabrik VW itu kemudia membujuk para atasan lembaga tempatnya bekerja memesan 20 ribu mobil kepada VW. Setahun kemudian barulah VW Type 1 versi sipil diproduksi massal.


Uniknya desain mobil yang pernah dianggap ditolak para pengusaha otomotif Inggris itu malah laris manis di pasar. Penjualannya bahkan mengalahkan Mini Morris dan Citroen 2CV yang sama-sama di kelas mobil murah. Sedemikian laris VW Type 1 sehingga produksinya terus ditambah dan bahkan dieskport ke Amerika Serikat.

 


(LHE)