Industri Otomotif

Dollar Menguat, APM Tunggu Waktu Tepat Naikkan Harga

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 05 Jul 2018 07:04 WIB
industri otomotif
Dollar Menguat, APM Tunggu Waktu Tepat Naikkan Harga
Hyundai akan melihat nilai tukar hingga akhir Juli. Dok. Medcom

Jakarta: Menguatnya nilai dollar terhadap rupiah akan mempengaruhi industri otomotif. Saat ini nilai tukar dollar sudah lebih dari Rp14.000, angkanya fluktuatif di kisaran Rp14,300-Rp14.500.

Para pelaku industri otomotif pun sedang menimbang-nimbang untuk menaikkan harga jual produknya. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) misalnya, masih mempelajari berapa kenaikan yang harus dilakukan.

"Kita masih melihat-lihat, ini dollar stabil di angka berapa, kita lihat sampai akhir Juli," kata Mukiat Sutikno, President Director HMI disela pengenalan New H-1 beberapa hari lalu di Kemang, Jakarta Selatan.

Menurutnya, banyak pabrikan otomotif mengacu terhadap nilai tukar Rp13.500. "Kenaikannya tergantung masing-masing merek, progresif atau bagaimana, tapi saya kira akan progresif sambil melihat pergerakan rupiah terhadap dollar," katanya.

Proses perakitan mobil yang sudah CKD maupun full rakitan lokal disebut tak mampu mengelak dari menguatnya dollar. Persoalannya karena masih banyak material yang diimpor dari luar negeri.

"Ini yang menurut kita efek dollar pengaruh sekali, ini yang bikin pusing. Lonjakan dollar sampai tujuh persen, tapi kita tidak akan naikkan harga sampai segitu, kita lihat dimana dollar mulai stabil," jelas Mukiat.

Hal ini pula yang membuat New H-1 belum memiliki harga jual resmi. Harga mobil ini sendiri akan diumumkan di GIIAS 2018, pada awal Agustus mendatang, sekaligus pengenalan resmi kepada masyarakat.


(UDA)