Industri Otomotif

Siap Tinggalkan Afsel, GM Rumahkan 1/3 Karyawan

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 29 May 2017 15:18 WIB
general motors
Siap Tinggalkan Afsel, GM Rumahkan 1/3 Karyawan
Papan nama pembangunan pabrik General Motors di Afrika Selatan pada 1956. Bloomberg

Metrotvnews.com: General Motors (GM) mulai menyusun langkah persiapannya hengkang dari pasar Afrika Selatan (Afsel). Paling awal adalah rencana merumahkan hampir 600 dari 1500-an orang pekerja di fasilitas produksinya di sana yang efektif per Juli mendatang.

"Sebanyak 589 karyawan berpotensi terdampak restrukturisasi. Jumlah ini belum final karena masih dibicarakan dengan perwakilan organisasi karyawan," kata juru bicara GM sebagaimana dikutip dari cityam.com

Di situs berita yang sama, disebutkan bahwa pihak South Africa, National Union of Metalworkers of South Africa (NUMSA) mengaku terkejut mendengar rencana GM. Sebab sebelumnya tidak mengetahui adanya rencana GM merumahkan sedemikian banyak karyawan.



"Sebelum pengumuman itu tidak ada pembicaraan dengan pihak serikat pekerja setempat," kata jubir NUMSA.

Menurut NUMSA bukan cuma karyawan pabrik yang akan terkena dampak rencana GM meninggalkan Afsel. Dampak buruk juga otomatis juga menimpa karyawan toko suku cadang, bengkel dan jaringan penjualan GM di seluruh Afsel. Dampak berantai panjang itu harus diantisipasi pemerintah.

Baca juga: Pabrik Chevrolet di Bekasi Ditutup

Pekan lalu GM mengumumkan rencana lanjutan restrukturisasi globalnya. Setelah pada 2015 menutup pabrik kendaraan komersialnya di Bekasi, Jawa Barat, langkah serupa dilakukan raksasa otomotif asal Amerika Serikat tersebut di Australia dan kini Afsel. Seluruh aset di Afsel yang ada akan dijual kepada Isuzu Motors.

Sedangkan untuk India dan Singapura, GM memutuskan menghentikan penjualan Chevrolet yang berdampak pengurangan karyawan setempat. Tapi pabrik di India, tetap akan memproduksi kendaraan komersial yang dikhususkan untuk pasar eksport ke Amerika Selatan dan kendaraan listrik.



Restrukturisasi serempak di Afsel, India dan Singapura ini membuat GM bisa menghemat pengeluaran sebesar USD 100 juta alias Rp 1 trilyun per tahun. Maret lalu, GM telah menjual Vauxhall yang merupakan unitnya di Eropa senilai Rp 2,2 trilyun. Pembelinya adalah Grupe PSA, konsorsium otomotif terbesar ke dua yang berbasis di Prancis produsen Peugeot dan Citroen.  

"Kami mengubah bisnis perusahaan yang lebih fokus dan disiplin agar bisa memimpin pasar masa depan," kata CEO GM, Mary Barra.



 


(LHE)