Pelumas Kendaraan

Jakarta, Banten, dan Jabar, Konsumsi Jutaan Liter Pelumas

Ekawan Raharja    •    Kamis, 31 Aug 2017 10:25 WIB
pelumas
Jakarta, Banten, dan Jabar, Konsumsi Jutaan Liter Pelumas
Pekerja memeriksa produk minyak pelumas dalam kemasan botol di pabrik pelumas Pertamina di kawasan Tanjung Priok. MI/ARYA MANGGALA

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggunaan pelumas di Indonesia semakin meningkat seiring naiknya penjualan kendaraan di tanah air. PT Pertamina Lubricants Region III membeberkan konsumsi pelumas per bulan. Mereka mengklaim bahwa saat ini konsumsi pelumas di area DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mencapai enam juta liter per bulan.

"Berbicara konsumsi per bulan, di region tiga mencapai enam ribu kilo liter atau enam juta liter per bulan. Itu 24 persen share market nasional dari tujuh region yang ada," buka Sales Region Manager III PT Pertamina Lubricants, Arief Hariyanto, pada Rabu (30/6/2017) di acara Peluncuran Program BPJS Mekanik yang berlangsung di Artotel Jakarta.

Tentu saja Pertamina Lubricants tidak puas dengan capaian yang ada saat ini. Mereka pun bertekat untuk meningkatkan penjualan mereka di berbagai region, termasuk di region III.

Pertamina Lubricants di sisa akhir tahun ini menargetkan dapat terus meningkatkan jaringan mereka. Bahkan mereka menargetkan di setiap kabupaten terdapat bengkel-bengkel jaringan mereka.

"Jaringan di seluruh Indonesia yang dikelola Pertamina Lubricants mencapai dua ribu unit. Mulai dari bengkel Enduro hampir seribu unit, Olimart sekitar ratusan, serta ada pula Enduro Express, Bright Olimart, dan outlet independen," lanjut Arief.

Dia melihat, khususnya di Region III, beberapa produk belum terjual dengan baik. Beberapa seri Fastron seperti Techno, 10W-40, 10W-30, dan 0W-20 masih kurang dari yang diharapkan.

"Kalau dihitung, Fastron kita masih sedikit, sekitar 10 persen dari enam juta liter per bulan. Kita berbicara Region III."

Selain menambah jaringan pemasaran, perusahaan pelat merah ini juga memberikan rangsangan melalui program corporate social responsibility (CSR) kepada stakeholder mereka. Seperti pemberian program BPJS kepada beberapa mekanik-mekanik dari outlet-outlet independen binaan Pertamina Lubricants.

"Kalau tujuan penjualan ya, tapi tujuan utama kita meningkatkan kesehatan. Kalau jualan itu ujungnya saja tapi bagaimana kita mengapresiasi performa mereka dan meningkatkan loyaliti kepada pelumas Pertamina," ujar Arief.

“Mekanik adalah ujung tombak penjualan dan mereka benar-benar dekat dengan konsumen dan masyarakat, Oleh karena itu dibutuhkan mekanik yang sadar sehat, karena dari hasil pengamatan masih banyak dari mekanik yang belum memiliki asurasi kesehatan. Sedangkan asurasi kesehatan merupakan hal yang penting dewasa ini, utamanya untuk mendukung produktivitas para mekanik," tambah Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Arya Dwi Paramita, dikesempatan yang sama.


(UDA)