Test Drive

Seru-Seruan Bareng New Agya di Kota Bandung

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 17 May 2017 09:39 WIB
toyota
Seru-Seruan Bareng New Agya di Kota Bandung
Jalur dari Dago menuju Maribaya jadi jalur pengetesan sesungguhnya. TAM

Metrotvnews.com, Bandung: PT Toyota Astra Motor (TAM) merilis mobil LCGC New Agya April silam. Metrotvnews.com pun berkesempatan menguji langsung mobil yang kini hadir dengan dua versi mesin itu. Wilayah kota Bandung dan sekitarnya menjadi lokas pengujian.

Bicara desain, mobil ini tampil lebih agresif dan gaya. Jejak model terdahulu yang terlihat lebih kalem dan manis hilang tak membekas. Desain agresif dipadu warna cerah jadi sangat menggoda.

Dalam dua hari pengetesan, kami menjajal varian tertinggi, Agya 1.2 A/T TRD. Memulai perjalanan dari Stasiun Bandung, kami menuju lokasi gaul anak muda Bandung, sesuai dengan target market New Agya ini.

Melewati jalanan Bandung yang padat, mobil terasa nyaman dan performanya pas untuk perkotaan. Dimensi yang 3.660mmx 1.600mm x 1.520mm (PxLxT) sangat kompak, memudahkan manuver di jalanan padat.

Lantunan suara dari audio yang sudah dilengkapi audio steering switch cukup menghibur selama perjalanan. Belum lagi fitur koneksi bluetooth untuk memutar lagu dari handphone atau menjawab panggilan telepon jadi fitur baru.

Usai mengunjungi beberapa lokasi di kota Bandung, rombongan langsung bergerak menuju Dago hingga Maribaya. Disini jalur menanjak hingga turunan curam tersaji. Kondisi jalanan pun banyak yang rusak.

Jika performa mesin diperkotaan cukup memuaskan, maka saat menanjak harus mengatur kecepatan mobil. Kami sempat tak melakukan ancang-ancang karena terhalang mobil lain di depan. Mobil akan berjalan lambat, meski posisi tuas transmisi sudah digeser diposisi 2. Tak ada respon.

Tapi sebaliknya jika laju mobil cukup cepat sebelum menanjak, tuas transmisi cukup di D maka mesin 1.200cc ini ampuh melibas tanjakan, kendati terisi empat penumpang dengan segala bawaan dibagasi. Mesin akan merespon lebih cepat jika pedal gas ditekan lebih dalam.

Hanya saja saat pedal gas ditekan lebih dalam, perpindahan transmisi otomatis 4 percepatan cukup menghentak. Memang tak terlalu kasasr, juga tak terlalu halus. Namun sedikit mengganggu kenyamanan penumpang.

Melewati jalanan berkelok dan rusak, disini kenyamanannya diuji. Meski berstatus mobil murah, redaman suara kabin dan suara mesin sudah lebih baik. Begitu pula dengan handling karena roda belakang dipasang stabilizer untuk mengurangi efek limbung.

Pemasangan stabilizer ini bagi beberapa rekan media membuat suspensi jadi lebih keras. Pihak Toyota sendiri mengatakan tak ada penggantian suspensi yang lebih keras, namun efek pemasangan stabilizer ini ikut membuat suspensi jadi lebih stiff.

Mesin 1.200 cc berkode NR pada unit test drive kami berkonfigurasi empat silinder segaris, Dual VVT-i. Kapasitas murni 1.197mm, paduan piston 72,5mm dan stroke 72,5mm. Tenaga puncak 88 PS @6.000 rpm, dan torsi 107,8 Nm @4.200rpm.

Pilihan lainnya ada mesin 1.000cc, KR 3 silinder ini sudah dilengkapi VVT-i. Kapasitas murni 998cc paduan piston 71mm dan stroke 84mm. Daya maksimum 67 PS @6.000 rpm, dengan torsi 89,2 Nm @4.400 rpm.

Toyota menargetkan penjualan New Agya mencapai 3.000an unit per bulan, dengan harga jual termurah Rp127,6 Juta dan termahal mencapai Rp151,9 juta, on the road Jakarta. New Agya hadir dengan enam warna, putih, silver metalic, hitam, gray metalic, merah dan kuning.


(UDA)