SUV Megah untuk Pecinta Elang Sahara

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 23 May 2017 08:25 WIB
bentley
SUV Megah untuk Pecinta Elang Sahara
Bentley Bentayga Falconry by Mulliner. motortrend/bentley

Metrotvnews.com: Pada awal Februari lalu, foto puluhan elang duduk dalam kabin pesawat terbang menjadi viral di media sosial dan jadi perhatian media massa. Burung elang sebanyak itu anggota rombongan seorang kaya raya yang sedang bepergian untuk berburu di jazirah Arab.

Jelas bukan foto itu yang mengilhami Bentley menghadirkan edisi khusus Bentayga yang interiornya dirancang ulang oleh butik ternama. Produsen mobil mewah asal Inggris tersebut mau agar SUV-nya bisa menampung semua peralatan ekspedisi dengan elang yang menyenangkan sesuai harapan pelanggan super kaya mereka.

Hasilnya adalah Bentley Bentayga Falconry by Mulliner.

Mulliner menghadirkan kesan maskulin ke dalam interior Bentayga dengan lapisan kayu hitam di seluruh trim dan membungkuskan kulit merah maroon ke semua jok. Bintang dari segala kemewahan kabin adalah ornamen burung elang pemburu tebang di melintasi gurun pasir. Ornamen cantik di dhasboard tersebut disusun dari 430 keping kayu.



Kemewahan di kabin penumpang sebanding dengan bagasinya. Di bagasi inilah 'pusat kendali' pelatihan burung elang pemburu berada. Dua kotak besar berlapis kulit mendominasi ruangan dan di dalamnya terdapat berbagai perlengkapan pesiar di gurun pasir ala pangeran Arab. Pelacak GPS, binokuler, satu set kedok kulit untuk kepala elang, sarung tangan kulit, termos minuman, perangkat makan, selimut dan handuk.



Bagi sang elang, disediakan panggung yang sekaligus 'landasan pacu'. Panggung tempat hinggap itu bisa dikunci ke lantai bagasi. Juga ada di konsol tengah kabin penumpang.



Sementara untuk body alloy, fitur umum dan mesin tidak berbeda dengan versi lain Bentayga Mulliner. Sumber tenaganya tetap sebongkah V-12 berkapasitas 6.0 liter yang menghasilkan lebih dari 500 daya kuda. Tenaga sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk mendaki perbukitan di gurun pasir.

Di dalam budaya Arab, burung elang merupakan simbol kejayaan. Semakin banyak elang yang dimiliki, makin tinggi pula kemampuan ekonomi. Maka jangan heran bila ada yang bepergian bersama puluhan ekor burung elang - dan para pawangnya tentu.

Sementara berburu dengan elang pemangsa, merupakan tradisi kuno yang wajib untuk dikuasai semua pria Arab. Sedangkan melatih burung elang liar sehingga menjadi jinak dan bisa diajak untuk membantu berburu, adalah kemampuan yang tidak dimiliki semua pria. Semakin mahir, semakin tinggi status sosialnya. 



Di dalam perkembangannya dua tradisi itu bergabung. Hasilnya adalah berburu bersama elang pemangsa kini menjadi semacam olah raga yang bergengsi di kalangan kaum ningrat Timur Tengah.
 


(LHE)