Mobil Baru

Varian Baru Xpander, Peluang Perluas Pasar

Ainto Harry Budiawan    •    Sabtu, 28 Jul 2018 08:31 WIB
mitsubishi
Varian Baru Xpander, Peluang Perluas Pasar
Mitsubishi Xpander akan dapat varian baru. Dok. Medcom

Bekasi: Tak membawa produk baru pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 mendatang, PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih mengandalkan Xpander. Mereka akan mengenalkan varian baru disana.

Varian baru ini dimaksudkan untuk lebih menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Artinya bisa saja tidak ada varian yang lebih tinggi dari Ultimate dengan fitur yang lebih lengkap lagi seperti halnya versi ekspor.

"Awal peluncuran varian teratas banyak diminati, sekarang sudah mulai merata, sudah menjangkau segmen yang bawahnya. Varian baru ini akan menjangkau konsumen lebih luas," kata Irwan Kuncoro,  Director of Sales and Marketing Division MMKSI kemarin (27 Juli 2018) di Bekasi.

Xpander saat ini punya enam varian yakni Ultimate A/T, Sport A/T, Exceed M/T, GLS M/T dan GLX M/T. Info beredar akan ada opsi transmisi tambahan untuk beberapa variannya. "Lebih detilnya kita lihat di GIIAS," tambahnya.

Sejauh ini Xpander menjadi model Low MPV terlaris, menggusur Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Daihatsu Gran Max-Luxio, dan masih bertahan dari gempuran Suzuki Ertiga yang sudah mengeluarkan model terbarunya.

Minim Fitur
Sementara itu salah satu komunitas Xpander mengeluhkan minimnya fitur pada mobil yang beredar di Indonesia. Komunitas XMOC (Xpander Mitsubishi Owner Club) mengeluhkan hal tersebut lewat surat terbuka yang beredar di dunia maya.

Hal ini mengacu pada unit ekspor yang ada fitur cruise control, rear fog lamp, auto lock dan ECU yang membuat performa mobil lebih baik. Sedangkan versi Indonesia tanpa itu semua.

Pihak Mitsubishi sendiri mengaku kalau fitur yang terpasang sudah disesuaikan kondisi pasar negara tujuan. Jika ada permintaan terhadap fitur-fitur tadi, pihaknya akan mempertimbangkan bersama-sama dengan prinsipal.

"Kalau permintaan cukup banyak, kita akan studi. Kalau di negara lain mungkin ada regulasi dan segala macam yang mewajibkan seperti itu," ujar Imam Choeru Cahya, Head of Sales & Marketing MMKSI dikesempatan yang sama.


(UDA)