Kasus Data Palsu Mitsubishi Jepang, Tak Berlaku di Indonesia

Ekawan Raharja    •    Sabtu, 03 Sep 2016 10:46 WIB
mitsubishi
Kasus Data Palsu Mitsubishi Jepang, Tak Berlaku di Indonesia
Kasus data emisi di Jepang tidak berperngaruh di Indonesia. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com: Pemerintah Jepang baru-baru ini menemukan perbedaan hasil konsumsi bahan bakar dengan yang diklaim. Tapi kondisi ini tidak berpengaruh di Indonesia.

Head of MMC Public Relations Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Intan Vidiasari, menjelaskan kejadian tersebut tidak berpengaruh di Indonesia. Wanita energik ini juga berujar bahwa seluruh kendaraan Mitsubishi yang ada di Indonesia sudah sesuai dengan standar yang berlaku.

"PT KTB di Indonesia memasarkan kendaraan yang sudah melalui otorisasi pemerintah Indonesia dan sesuai dengan standar regulasi yang ditetapkan di Indonesia," ujar Intan Jumat (2/8/2016) melalui pesan singkatnya.

Disebutkan lebih jauh, bahwa PT KTB juga tidak pernah mencantumkan informasi konsumsi bahan bakar di katalog mobil produksi mereka. "Konsumsi bahan bakar tidak termasuk dalam homologasi," lanjutnya.

Sebelumnya, Kementerian Transportasi Jepang menemukan perbedaan hasil konsumsi bahan bakar antara hasil uji dengan hasil yang diiklankan. Investigasi yang dilakukan Kementerian Transportasi Jepang mengungkap jika Mitsubishi telah melakukan pemalsuan data konsumsi bahan bakar di rata-rata 4,2 persen yang sebenarnya 8,8 persen. 

Pemerintah Jepang juga meminta pabrikan berlogo tiga berlian tersebut menyesuaikan data yang terdapat dalam iklan, dan memberikan kompensasi berupa uang kepada konsumen mereka. Setidaknya ada delapan mobil yang terkena kasus ini. Dua tipe yang dipastikan ada dan masuk ke Indonesia yaitu Pajero dan Outlander.

Belum lagi jika berbicara tentang standar emisi yang berlaku di Indonesia dan di Jepang, tentunya tidak bisa jadi bahan perbandingan.


(UDA)