Autonomous

Bukti Survei: Mobil Otonom Belum Dibutuhkan

M. Bagus Rachmanto    •    Minggu, 27 Aug 2017 09:00 WIB
autonomous
Bukti Survei: Mobil Otonom Belum Dibutuhkan
Orang masih ragu dan khawatir jika teknologi otomom mengalami kegagalan sistem malah berbahaya. Shanghaiist

Metrotvnews.com: Kemajuan teknologi di industri otomotif membawa beragam perubahan dari masa ke masa, baik dari segi desain maupun fitur yang disematkan terhadap sebuah mobil. Terbukti, mobil keluaran terbaru punya tampilan yang terlihat lebih futuristik, desain yang lebih aerodinamis hingga tersedianya fitur canggih yang disebut self driving/otonom.

Tapi dibalik itu ada sebuah studi yang menyatakan, bahwa tidak semua fitur terbaru yang disematkan di mobil keluaran anyar bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat. Studi yang dilakukan Gartner Consumer Trends mengindikasikan, bahwa sebagian orang masih ingin mengendalikan kendaraan mereka sendiri.

Fakta tersebut diperoleh dari hasil survei 1.500 orang di Amerika Serikat (AS) dan Jerman. Survei menanyakan apakah mereka bersedia naik mobil yang sepenuhnya otonom. Studi ini mendefinisikan teknologi otonom merupakan fitur yang memungkinkan pengemudi bisa mengambil alih kontrol jika diperlukan.

Sekitar 55 persen mengatakan, bahwa mereka tidak akan naik mobil yang sepenuhnya otomom. Sementara 70 persen mengatakan tidak keberatan naik mobil semi otonom. Fakta lain menunjukkan, fitur otonom yang saat ini gencar dikembangkan kebayakan produsen mobil dunia, belum sepenuhnya mendapat dukungan dan dibutuhkan masyarakat.

Alasannya mereka masih ragu dan khawatir jika teknologi otonom yang mengalami kegagalan sistem malah membuat berkendara menjadi tidak aman, ketimbang mengemudi sendiri atau secara manual.

"Masalah besar adalah orang masih takut berada dalam kendaraan mereka dan tidak dapat melakukan kontrol," kata Direktur Riset Gartner Consumer Trends, Mike Ramsey dalam sebuah wawancara dengan CNBC.


(UDA)