Mobil Listrik

Tugas Besar Pemerintah Menuju Era Mobil Listrik Tanah Air

Ekawan Raharja    •    Senin, 28 May 2018 07:50 WIB
industri otomotifmobil listrik
Tugas Besar Pemerintah Menuju Era Mobil Listrik Tanah Air
Nissan Leaf Nismo. Nissan

Jakarta: Pemerintah hingga saat ini terus menggodok kebijakan mengenai mobil listrik. Selain payung hukum yang jelas, tentu sejumlah pekerjaan rumah (PR) juga harus diselesaikan jika ingin mobil listrik berkembang dengan baik di Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohanes Nangoi, menjelaskan ada sejumlah aspek yang harus diselesaikan sebelum mengembangkan mobil listrik. Hal pertama yang harus diselesaikan adalah kesiapan stasiun pengisian listrik di berbagai daerah di Indonesia.

"Kalau negaranya seluas Singapura itu relatif mudah. Hanya saja untuk negara seluas Indonesia harus membangun stasiun pengisian listrik dari Aceh hingga Papua tentu bukan pekerjaan mudah," ujar Nangoi di Hotel Century Park Jakarta.

Selain ketersediaan stasiun pengisian listrik, tentu ketersediaan listrik juga menjadi isu penting. Pemerintah, khususnya melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN), harus bisa menyediaan listrik dengan baik dan stabil.

Sebagai contoh, untuk sebuah stasiun pengisian cepat dengan estimasi waktu 2,5 jam sampai 3,5 jam diperlukan tegangan 450-470 volt. Belum lagi rata-rata rumah penduduk di Indonesia hanya memiliki tegangan 220 volt, dan hasilnya bisa mengisi sebuah daya mobil listrik 8-10 jam.

"Kalau semua isi di rumah, gardu-gardu listrik tidak akan mencukupi, itu harus dipikirkan," sambung Nangoi.

Selain itu pemerintah juga harus bisa memperhatikan dampak lingkungan untuk mobil listrik. Seperti menyediakan sumber-sumber listrik yang ramah lingkungan dan skema daur ulang baterai usai masa pakai habis.

"Harus kita ingat, setelah 10-15 tahun kemudian, baterai ini harus didaur ulang. Daur ulang baterai ini tidak gampang, dan baru ada dua negara yang bisa melakukan hal tersebut."

Nangoi pun menilai merampungkan semua hal tersebut tidaklah mudah dan tidak sebentar. Sebagai gantinya ada beberapa teknologi yang bisa menjadi alternatif seperti hybrid dan plug-in hybrid, sebelum akhirnya menuju mobil listrik.


(UDA)