Industri Otomotif

Posisi MPV Bakal Sulit Tergeser Segmen Lain di Indonesia

Ahmad Garuda    •    Minggu, 04 Jun 2017 13:41 WIB
industri otomotif
Posisi MPV Bakal Sulit Tergeser Segmen Lain di Indonesia
Segmen MPV dan low MPV masih akan tetap mendominasi penjualan mobil di Indonesia bebarapa tahun kedepan. Dok. MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Segmen multi purposes vehicle (MPV) di Indonesia, memang sudah menempel bagai urat nadi untuk industri otomotif nasional. Karakter berkendara yang senang melibatkan keluarga besar, menjadi dasar utama membeli mobil di segmen ini.

Karakter ini malah diperkuat oleh kemunculan segmen low cost green car (LCGC) 7-seaters. Dengan posisi harga yang lebih murah dan kapasitas mesin lebih kecil, membuat mereka yang tak mampu membeli low MPV, beralih ke segmen ini.

Tak heran jika banyak pengamat otomotif nasionak mengatakan bahwa segmen MPV masih akan tetap jadi tulang punggung penjualan agen pemegang merek (APM) besar untuk beberapa tahun kedepan. Meski faktanya sekarang, segmen yang lain seperti hatchback, crossover, low SUV hingga citycar pangsa pasarnya juga semakin besar.

MPV yang lebih fokus untuk keluarga karena menggunakan gaya pintu sliding

"Kita tidak bisa menafikan, bahwa segmentasi MPV di pasar otomotif nasional, masih tetap dibutuhkan, paling tidak untuk beberapa tahun kedepan. Bagi masyarakat kita, punya MPV itu adalah sebuah kewajiban. Mengingat jika ingin bepergian, kita selalu ingin bersama keluarga," klaim pengamat otomotif sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus beberapa saat lalu di Jakarta.

Yannes melanjutkan, bahwa dari beberappa literasi pandangan pasar otomotif secara global termasuk di Indonesia, dan kecenderungan karakter konsumennya, terlihat cukup stagnan. Hal itu didukung oleh potensi lain seperti perpajakan untuk segmen yang lain, hingga aturan-aturan impor hingga bea produk lokal dan lain sebagainya.

"Contoh mudahnya, segmen sedan di beberapa negara tetangga, mengapa lebih laris ketimbang segmen lainnya? karena didukung penuh oleh pemerintah termasuk aturan main segmen per segmen. Bukan hanya beberapa kebijakan baru yang mereka buat pun, sangat pro terhadap perubahan regulasi otomotif seperti mobil ramah lingkungan dan lain sebagainya."

Calon pendatang baru small MPV dari Mitsubishi

Itu pula yang mendasari Yannes mengatakan bahwa segmen MPV bakal sulit tergeser oleh segmen yang lain. Namun bukan tak mungkin, karena segmen lain permintaannya juga semakin besar. Apalagi jika pemerintah sepakat menurunkan pajak mobil sedan, maka ini bakal jadi sumber kekuatan larisnya segmen sedan di pasar nasional.

Berandai-andai jika segmen yang lain semakin menguat, Yannes mengatakan paling top MPV bakal mengalami penurunan yang cukup signifikan mulai 2025. Tapi Ia tetap mengklaim, bahwa penjualannya masih akan tetap di atas dari pada segmen lain. Artinya, tak salah jika APM lain termasuk Wuling, berkonsetrasi di segmen ini.


(UDA)