Test Drive

Nissan Note e-Power Melesat di Kesunyian

Ekawan Raharja    •    Selasa, 28 Nov 2017 18:28 WIB
test drivenissan
Nissan Note e-Power Melesat di Kesunyian
Nissan Note e-Power sangat menyenangkan untuk di ajak berkendara. MTVN/Ekawan

Jakarta: Era mobil listrik di Indonesia sebentar lagi akan dimulai. Pabrikan otomotif di tanah air juga sudah mulai bersiap-siap dengan mobil listrik jagoannya masing-masing. Tim redaksi Metrotvnews.com sempat menjajal secara langsung mobil yang punya spesifikasi e-Power itu.

Kami merasakan performa Note e-Power di Proving Ground Bridgestone yang terletak di Karawang Jawa Barat. Dalam sesi tersebut kami benar-benar merasakan kesenyapan berkendara dengan mobil listrik.

Eksterior

Ketika melihat pertama kali mobil ini, mungkin tidak akan tahu bahwa mobil ini adalah mobil listrik jika tidak terpasang stiker e-Power di samping dan emblem di belakang. Desain lekukan body-nya mirip dengan Nissan March namun dalam dimensi yang lebih besar.

Melihat meta data mobil ini, Note memiliki dimensi panjang 4.100 mm, lebar 1.695 mm, tinggi 1.520 mm, dengan jarak sumbu roda 2.600 mm. Sedangkan tampilannya masih menggunakan tema V-Motion khas Nissan.

Tetapi kami melihat, Nissan memberikan sentuhan futuristik di mobil bergaya hatchback tersebut. Mulai dari penggunaan aksen krom di grill berpadu garis biru, kemudian aksen krom di bumper, lampu kabut dengan LED, lampu utama berteknologi projektor, dan begitu juga lampu LED di belakang.

Kemudian membuka pintu belakang, sudut yang dihasilkan terbilang hampir mencapai 90 derajat. Hal ini memudahkan penumpang di belakang untuk masuk ke dalam kabin.

Interior

Ketika masuk ke dalamnya, kabin terasa luas. Jok yang ditawarkan cukup lega untuk test driver kami yang berpostur 160 cm dan berat 67 kg.

Salah satu aspek yang memberikan kesan luas adalah posisi permukaan atas dashboard yang cukup panjang sehingga memberikan ruang yang lega dan visibilitas yang lebih luas. Sedikit membahas visibilitas, menurut kami desain pilar A di buat terlalu besar dan kaca kecil di pilar A sedikit banyak terhalang oleh posisi dashboard yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan blind spot ketika mengemudi.

Melihat desain dashboard kurang lebih mirip dengan Nissan March, Termasuk penggunaan head unit. Sayangnya, varian tertinggi Nissan Note e-Power ini belum dilengkapi dengan steering wheel control untuk mengatur fungsi head unit.

Sedangkan di konsol tengah terdapat panel membulat kecil yang berfungsi sebagai tuas transmisi. Kemudian di bagian bawahnya ada tombol kecil untuk mengatur mode berkendara. Ketika memegang tuas transmisi Note e-Power cukup janggal rasanya, karena bentuk yang kecil. Apalagi selama ini mayoritas bentuknya menggunakan model seperti tongkat.

Perlu diakui kesenyapan kabin di Note e-Power cukup terasa. Bahkan ketika mobil melaju, kami hanya mendengar suara tiupan AC dan suara ban dengan sangat jelas.

Performa

Note e-Power menawarkan tenaga penggerak yang seluruhnya digerakan oleh motor listrik. Tenaga sebesar 109 ps dan torsi 154 Nm dihantarkan ke roda belakang.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan Note e-Power adalah pengendara tidak perlu mengisi daya listrik di baterai untuk menggerakan motor listriknya. Pabrikan asal Jepang ini sudah membekalinya dengan mesin 1.200 cc yang bertugas sebagai generator ketika daya di baterai berkurang.

Ketika mobil dihidupkan, kami di dalam kabin tidak merasakan suara atau getaran apapun sebagaimana biasanya mobil bermesin konvensional dioperasikan. Tanda mobil ini sudah siap untuk dijalankan berupa logo mobil berwarna hijau yang muncul di panel indikator depan pengemudi.

Perlu diingat juga bahwa Note e-Power memiliki tiga mode berkendara yakni normal, smart, dan eco. Ketiganya memiliki karakteristik tersendiri yang menurut kami akan sedikit banyak mengubah gaya mengemudi.

Seperti ketika mencoba dengan gaya normal, maka rasanya seperti membawa mobil biasanya. Kemudian fitur one pedal driving yang ditawarkan Nissan juga tidak terasa signifikan.

Sedikit menjelaskan bahwa fitur one pedal driving merupakan teknologi baru dari Nissan. Pengemudi bisa menambah akselerasi dengan menginjak pedal gas, dan deselerasi dengan mengangkat pedal gas. Efek deselerasinya seperti engine break yang bisa dilakukan di mobil-mobil konvensional.

Berbekal mode normal, kami coba menginjak pedal gas dalam-dalam dan hasilnya bisa menembus 120 kilometer per jam (kpj) dengan jarak sekitar 400 meter. Ketika kaki diangkat, one pedal driving tidak terasa sehingga perlu menginjak pedal rem dalam-dalam hingga fitur anti-lock breaking system (ABS) bekerja.

Kemudian mencoba mode smart yang diklaim lebih bertenaga. Hasilnya di jarak yang sama, kecepatan mobil ini menembus 130 kpj, dan tercatat akselerasi 0-100 kpj bisa ditempuh 9.1 detik.

Efek lain penggunaan mode berkendara smart adalah fitur one pedal driving bisa digunakan. Ketika kaki melepas pedal gas, langsung terasa deselerasi seperti melakukan engine break namun lebih halus. Bahkan mobil bisa sampai kondisi berhenti tanpa harus menginjak pedal rem dan menahannya.

Kesimpulan

Jika kami menyimpulkan, Note e-Power benar-benar menyenangkan untuk dikendarai. Tenaganya yang berlimpah, tampilannya ganteng, kenyamanan yang ditawarkan, dan fitur one pedal driving yang menempel di sana cukup menggoda.

Tinggal menanti mobil ini dipasarkan di Indonesia




(UDA)