Pilpres AS

Trump Menang, Produsen Jerman Gamang

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 09 Nov 2016 20:02 WIB
pemilu asdonald trump
Trump Menang, Produsen Jerman Gamang
Artis Lady Gaga tercenung di dalam mobilnya usai berorasi dalam unjuk rasa menolak kemenangan Donald Trump di Trump Tower, New York. AFP Photo/Dominick REUTERS

Metrotvnews.com, Frankfurt: Hasil pemungutan suara pemilihan presiden Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump disambut keterkejutan banyak pihak. Tak terkecuali dari pelaku industri otomotif Jeman yang was-was terhadap masa depan pasar Amerika.

Sebagaimana dilansir Reuter, Rabu (9/11/2016), Verban der Automobilindustrie (VDA) secara terbuka menyatakan khawatir bila pemerintahan Trump membuat kebijakan yang menghambat arus barang dan jasa. Mereka merujuk isi kampanye Trump yang menjanjikan memproteksi pasar AS untuk menggenjot industri dalam negeri.

"Hal yang harus ditakuti bahwa AS di bawah presiden baru, seperti China, terutama akan fokus ekonomi mereka sendiri dengan mengorbankan arus perdagangan dan hubunganinternasional," kata VDA.

Wajar bila asosiasi yang mewakili BMW , Volkswagen dan Daimler ini bersuara demikian. Selama ini AS adalah pasar utama bagi produk-produk otomotif Jerman yang menyasar segmen premium. Maka bila Trump mewujudkan janji kampanyenya tersebut, maka harga produk impor akan melonjak gara-gara pajak bea masuknya ditambah.

Ewald Nowotny, anggota dewan Bank Sentral Eropa (ECB), menyambut sedih kemenangan Trump yang menurutnya mendatangkan risiko yang besar. ">Tidak hanya bagi ekonomi Eropa namun juga dunia. "Ini adalah hari yang buruk bagi perekonomian dunia," ujarnya sebagaimana dikutip dari AFP.
 
 
Salah satu faktor keunggulan Trump adalah janjinya akan membuka lebih banyak lapangan kerja baru di AS. Langkah yang ditempuh adalah memangkas pajak pendapatan dan industri kecil serta menjanjikan bea masuk tinggi terhadap produk impor. Di samping itu Trump berjanji lebih tegas terhadap imigran gelap yang dianggap menyerobot banyak lapangan kerja.

Sejak krisis ekonomi global 2008, banyak industri AS yang belum mampu bangkit dari keterpurukan sebab kalah bersaing dengan produk import. Keterpurukan tersebut sudah pasti menyebabkan banyak pengangguran, terutama di kota-kota kecil.
 
 

 



(LHE)