Regulasi Lalu Lintas

Tak Boleh Buka GPS di HP saat Nyetir? Ini Alasannya

Ahmad Garuda    •    Jumat, 08 Feb 2019 11:07 WIB
lalu lintasregulasi otomotif
Tak Boleh Buka GPS di HP saat Nyetir? Ini Alasannya
Melihat GPS di HP saat berkendara butuh konsetrasi, sehingga bisa mengalihkan fokus berkendara. Free-Images

Jakarta: Apakah Anda tipe orang yang biasa melihat GPS (global positioning system) atau aplikasi navigasi penunjuk arah melalui gawai saat berkendara? Kalau iya, maka saatnya Anda mengubah kebiasaan tersebut mulai sekarang. Mengingat polisi akan melakukan penindakan jika Anda terlihat melakukan itu ketika berkendara.

Alasan sederhananya sangat jelas. Menurut Instruktur Safety Driving/Riding dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu saat berbicara kepada Medcom.id beberapa waktu lalu, bahwa ini adalah salah satu pemicu hilangnya konsentrasi dalam berkendara.

"Berkendara itu bukan pekerjaan sampingan. Dibutuhkan fokus yang tinggi dan anehnya banyak yang menganggap ini sebagai rutinitas yang dianggap tak punya korelasi dengan melihat HP saat berkendara. Padahal banyak kecelakaan lalu lintas yang berasal dari hilangnya fokus karena hanya melihat HP atau gawai," klaim Jusri.

Di sisi lain, regulasi atau aturan penegakan hukum sudah tertulis di undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Undang-Undang ini membahas tentang mengemudi secara fokus. Yaitu Pasal 106 Ayat 1 dan Pasal 283 UU 22 Tahun 2009 Dalam pasal 186 disebutan, setiap orang yang mengemudikan kendaran bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraanya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dari sisi industri otomotif, cenderung lebih mendukung program pemerintah tersebut dan beberapa di antaranya lebih membahas soal peruntukannya. Seperti yang dimaksudkan oleh Vice Preesident Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania. Ia menjelaskan bahwa aturan itu hanya buat mereka yang suka buka aplikasi GPS di HP.

"Kalau aplikasi GPS di monitor mobil, itu sudah bawaan dan semua mobil-mobil yang kami produksi sudah menggunakan fitur bawaan ini sejak lama. Bahkan mayoritas produsen mobil penumpang di dunia pun sudah menyertakan fitur itu di mobil mereka. Jadi ya undang-undang itu sebenarnya buat yang buka HP lalu berkendara dengan satu tangan," ujar Jodie.

Apa yang diungkapkan Jodie, faktanya memang seperti itu. Mengingat ukuran layar gawai atau HP yang kecil, membuat para pengemudi butuh fokus yang besar. Sehingga mereka kadang tidak sadar sedang berkendara di jalan raya.


(UDA)