Kecelakaan Lalu Lintas

Indonesia Darurat Kecelakaan Lalu Lintas

Ekawan Raharja    •    Selasa, 04 Oct 2016 10:13 WIB
kecelakaan lalu lintas
Indonesia Darurat Kecelakaan Lalu Lintas
Pada 2015, terdapat 27 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. ANTARAFOTO/Aloysius Jarot Nugrogho

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia terbilang tinggi. Hal ini yang terus menjadi perhatian berbagai pihak, agar jumlah kecelakaan dan korban meninggal dapat ditekan. Tak heran jika muncul kampanye Indonesia darurat kecelakaan lalu lintas.

Kasubag Audit Keamanan Keselamatan Koprs Lalu Lintas (Korlantas) Polisi Republik Indonesia (Polri), AKBP Heri Purwanto, membeberkan bahwa dalam rentan satu jam terdapat 3-4 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Jika dihitung dalam sehari, maka sekitar 70-80 orang meninggal.

"Angka kecelakaan masih fluktuaktif, namun kisarannya 70-80 orang meninggal setiap hari," terang AKBP Heri Purwanto Senin (3/10/2016).

Kondisi ini yang sedang diupayakan oleh Polri, khususnya Korlantas, untuk terus ditekan. Bahkan Polri menggandeng Federation Internationale de I'Automobile (FIA) dan PBB untuk dapat menurunkan angka kecelakaan di Indonesia.

Dalam roadmap Polri, penurunan angka kecelakaan akan terus ditekan hingga mendekati status zero accident. Hingga 2030 diharapkan angka kecelakaan di Indonesia sudah menurun mencapai 80 persen.

"Jika dibandingkan angka kecelakaan di Korea Selatan, kita masih sangat tinggi. Padahal kita lebih dahulu merdeka dari mereka," lanjutnya saat pembukaan di Michelin Safety Academy SMA Labschool Rawamangun Jakarta. 

Beragam program dilakukan untuk dapat mencapai target tersebut, mulai dari beragam operasi lalu lintas, wacana pembagian SIM berdasarkan kubikasi mesin, hingga penyuluhan tentang keselamatan berkendara. Bahkan kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara juga banyak dilakukan oleh beragam pihak, mulai dari agen pemegang merek kendaraan bermotor, produsen ban, hingga instansi-instansi lainnya.

"Penyuluhan keselamatan berkendara memang tidak dirasakan sekarang, mungkin sekitar 5-10 tahun ke depan," lanjutnya.

Sebagai gambaran di 2015 tercatat hampir 27 ribu orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Mayoritas melibatkan kecelakaan sepeda motor. Angka ini terbilang menurun, karena di 2014, korban meninggal akibat lalu lintas hampir 29 ribu.

Jika digolongkan berdasarkan umur, korban meninggal kebanyakan memiliki usia produktif yakni 15-64 tahun. Sedangkan dilansir dari website GAIKINDO, korban kecelakaan lalu lintas banyak dialami oleh orang-orang berpendikan SMA.


(UDA)