Layanan Bengkel

Persaingan Ketat, Basis Skill Teknisi jadi Target Fuso

Ahmad Garuda    •    Jumat, 27 Jul 2018 06:23 WIB
bengkel mobil
Persaingan Ketat, Basis Skill Teknisi jadi Target Fuso
Basis skill teknisi jadi penguatan Fuso agar bisa konsisten di sisi purna jual. medcom.id/Ahmad Garuda

Bandung: Menjaga kualitas pelayanan yang diberikan teknisi, menjadi hal yang dilakukan banyak agen pemegang merek (APM) di tanah air. Mereka berlomba menghadirkan layanan purna jual dengan penyegaran keilmuan teknisi.

Cara yang mereka lakukan pun umumnya memperbaiki program pelatihan seperti penyediaan kurikulum terbaru dan terkini. Wajar, lantaran persaingan ketat menuntut tak ada celah dalam hal pelayanan. Seperti yang ditunjukkan Mitsubishi Fuso sebagai pemain di segmen kendaraan komersial.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Sales & Marketing PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Duljatmono dalam keterangan pers-nya. Ia menegaskan bahwa pemberian kurikulum terbaru dan sesuai dengan pendidikan teknisi secara global, adalah kunci utamanya.

"Makanya kami bersama divisi kendaraan penumpang membangun pusat pelatihan yang terintegrasi dengan kurikulu terbaru. Sehingga kualitas teknisi bisa terjaga, jangan dilihat dari sisi usia yang masih muda, tapi lihat kemampuan mereka dalam merawat kendaraan atau malah menyelesaikan masalah teknis yang ada. Ini bisa terjadi karena tahapan yang mereka lalui untuk jadi teknisi profesional cukup banyak," ujar Duljatmono.

Selain hal teknis yang bersentuhan langsung dengan kinerja mesin, hal pendukung (non teknis) seperti manfaat teknologi fitur runner pun mereka berikan bekal khusus. Duljatmono menegaskan bahwa itu adalah tawaran pelayanan ke konsumennya agar penggunaan mobil yang mereka beli benar-benar efisien.

"Ada beberapa jenis program pendidikan yang menjadi basis skill teknisi kami. Yang pertama adalah F-STEP (Fuso Service Technician Education Program) untuk truk dan bus. Kemudian ada FSA (Fuso Service Advisor) bagi peserta non-teknisi. Lalu ada FVEP (Fuso Vocational Education Program) yaitu pelatihan Basic Automobile bagi para siswa-siswi SMK agar siap menghadapi dunia kerja."

Meski sudah memberikan ragam basis pendidikan yang lebih komprehensif, namun brand asal Jepang ini juga tetap harus melakukan pengembangan untuk hal-hal lainnya. Mengingat beberapa pemain di segmen truk dan bus seperti Hino, Isuzu, bahkan brand non Jepang seperti Volvo, Mercedes-Benz hingga UD Trucks, juga mulai merecoki segmen-segmen padat peminat kendaraan komersial.


(UDA)