Teknologi Otomotif

Bus Otonom Hadir di Asian Games 2018

Ekawan Raharja    •    Jumat, 31 Aug 2018 15:06 WIB
teknologi otomotif
Bus Otonom Hadir di Asian Games 2018
Bus Otonom menjadi armada transportasi di area GBK selama Asian Games. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Kendaraan otonom saat ini sedang di uji coba di berbagai negara. Bahkan cukup mengejutkan juga lantaran di Indonesia tidak ketinggalan melakukan uji coba bus tanpa supir itu.

Selama gelaran Asian Games 2018, Telkomsel menghadirkan bus otonom yang juga menggunakan pasokan tenaga listrik. Bus ini dihadirkan sebagai bentuk aplikasi teknologi jaringan 5G di Indonesia.

"Bus otonom atau kendaraan tanpa pengemudi ini merupakan sebuah contoh dari kecanggihan teknologi LIDAR (Light Detection and Ranging), AI (Artificial Intelligent), dan tentunya teknologi 5G untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Dengan menghadirkannya di perhelatan Asian Games 2018 sebagai bagian dari Telkomsel 5G Experience Center, Telkomsel memastikan kesiapan armada ini dapat memenuhi animo masyarakat, terutama mereka yang menonton pertandingan di area Gelora Bung Karno,” ungkap Vice President Technology & system Telkomsel, Indra Mardiatna, melalui keterangan resminya.

Bus bermerek Navya ini dibangun dan dilengkapi teknologi dalamnya oleh ST Engineering dan Telkomsel. Kendaraan uji coba otonom ini merupakan salah satu konsep sistem transportasi cerdas yang akan menciptakan lalu lintas yang jauh lebih teratur, membuat perjalanan lebih nyaman, dan lebih aman di masa depan.

"Hal ini merupakan bagian dari konsep Vehicle-to-x yaitu sistem transportasi cerdas yang dapat mengatur lalu lintas, memastikan perjalanan menjadi aman di masa depan,” lanjut Indra.

Bus asal Prancis ini memiliki panjang 4.750 mm, lebar 2.110 mm, dan tinggi 2.650 mm, serta bobot bobot kosong 2.400 kilogram. Kapasitas penumpang saat ini hingga 12 orang, dengan formasi 8 duduk dan 4 berdiri.

Bus ini menggunakan tenaga listrik bersumber battery pack kapasitas 33 kWh yang mampu bertahan selama 9 jam. Pengisian daya dilakukan dengan cara di charge selama 7-8 jam.

Selain berdaya listrik yang eco friendly, mobil berjalan otonom, tanpa pengemudi dengan dilengkapi 5G live streaming. Kemampuan mobil otonom tersebut dimungkinkan dengan teknologi Artificial Intelligent (AI) dan 5G yang memiliki High throughput hingga 20 Gbps serta Low latency (1 millisecond).

Di dalamnya terdapat berbagai fitur yang menunjang kenyamanan, seperti kursi lengkap dengan sabuk pengaman, jalur masuk untuk difabel, pendingin kabin, pintu geser otomatis, hingga pemanas udara jika dibutuhkan. Kemudian ada kamera 360 derajat yang bisa memantau situasi di dalam kabin mobil ini.


(UDA)