Penjualan Mobil

DFSK Fokus Bangun Jaringan dan Layanan Purna Jual

Ahmad Garuda    •    Senin, 13 Aug 2018 06:22 WIB
mobil baruDFSK
DFSK Fokus Bangun Jaringan dan Layanan Purna Jual
DFSK konsentrasi kembangkan jaringan di seluruh Indonesia. medcom.id/A Harry Budiawan

BSD City: Tingkat kepercayaan konsumen otomotif nasional terhadap brand otomotif Tiongkok, mulai membaik sejak Wuling Motors pasang komitmen besar di pasar Indonesia. Keyakinan besar pun kembali bertambah ketika brand Dong Feng Sokon yang masuk ke Indonesia dengan nama DFSK, juga bangun pabrik di Banten.

Cukup mengagetkan, karena komitmen besar ini pun langsung diikuti dengan gerak cepat mereka membangun jaringan. Sebagai informasi, DFSK kini bahkan sudah memiliki 25 jaringan secara nasional dari target lebih dari 50 jaringan tahun ini.

"Bangga bisa dipercaya sebagai salah satu jaringan atau dealer DFSK di Jakarta tepatnya di Jatiwaringin. Hingga saat ini, kami sudah membukukan penjualan tak kurang dari 25 unit sebulan untuk dealer Jatiwaringin. Tentunya ini angka yang cukup menggembirakan karena menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu," klaim Branch Manager PT Sinar Terang Mobilindo (DFSK Jatiwaringin), Dewi Ana saat ditemui di pameran otomotif GIIAS pada Sabtu (11/8/2018) lalu.

Dewi melanjutkan bahwa bukan hanya mulai melakukan penjualan sejak akhir Mei lalu, namun mereka juga sudah mulai kedatangan konsumen yang melakukan servis perdana atau perawatan rutin di bengkel resminya. Ia menegaskan tidak mengalami masalah, karena semuanya sudah mereka persiapkan dengan matang.

"Semua proses servis masih sesuai dengan prediksi. Yaitu perawatan kendaraan di tahap awal seperti ganti oli dan berbagai perawatan ringan lainnya. Kendati pun harus melakukan servis besar rasanya tidak ada masalah. Bahkan untuk kerusakan seperti bumper penyok dan lain sebagainya, di sini kita sudah siapkan."

Di momentum berbeda, COO PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia), Alexander Barus pernah menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan jaringan purna jual yang sesuai standar DFSK secara global. Mengingat rencana jangka panjang untuk Indonesia juga cukup mendalam. Sehingga mereka akan menempuh banyak cara untuk menancapkan brand ini di Indonesia.

"Mengingat semua komponen fast moving kami produksi sendiri, maka itu akan membuat harga mobil kami bisa lebih bersaing. Termasuk perawatan hingga harga komponennya."

Selanjutnya Dewi menegaskan bahwa mereka akan fokus terhadap kepercayaan konsumen terlebih dahulu. Mengingat brand baru apalagi dari Tiongkok, biasanya cenderung dianggap kurang bagus. Saat ini Dewi menganggap kepercayaan terhadap produk otomotif Tiongkok kembali baik. Sehingga mereka akan memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya.

Bagi APM yang punya produk baru dan masuk di kategori yang disukai pasar, sewajarnya jika APM ini melakukan perluasan jangkauan. Bukan hanya DFSK, brand yang sudah lama di Indonesia pun seperti Mitsubishi yang bertekad jadi top of mind brand otomotif nasional, pun terus melakukan perluasan jaringan ke seluruh wilayah Indonesia.


(UDA)