Tes Performa

Petualangan Seru Tata Jelajah Pasar Nusantara Sekuel Sumatera

Ahmad Garuda    •    Jumat, 10 Aug 2018 07:21 WIB
tata motors
Petualangan Seru Tata Jelajah Pasar Nusantara Sekuel Sumatera
Rombongan tes Tata Jelajah Pasar Nusantara 2018, sukses lalui tantangan sekuel perdana. AB

BSD City: Mengawali perjalanan dari propinsi paling barat Indonesia yaitu Aceh, rombongan tester Tata Motors Jelajah Nusantara 2018 (JPN), akhirnya tiba di Jakarta. Mereka tiba setelah menyelesaikan misi keluar masuk pasar dan menyelesaikan 2.900 kilometer total jalur yang mereka tempuh.

Dalam misi penjelajahan pasar itu, rombongan menggunakan Tata Super Ace HT 1400 cc diesel dan Pikap Tata Xenon HD 3000 cc diesel yang ditemani Tata Xenon Double Cabin (DC) 4x4. Program ini merupakan aksi unjuk performa dan daya tahan kendaraan Tata Motors dengan jarak tempuh tidak kurang dari 2900 km dari Aceh hingga Jakarta.

Perjalanan ini, membawa misi peran pasar tradisional kepada generasi milenial di tengah gempitanya pasar online. Banyak cerita dan pengalaman yang menarik dari Tata JPN 2018 yang menarik dan layak dibagi kepada masyarakat Indonesia.

Target lintasi 7 pasar tradisional di Sumatera yang menjadi sandaran kesejahteraan bagi para pedagang  dan merupakan sentra kebutuhan masyarakat di tiap propinsi telah berhasil dilintasi dan diajak bercengkerama oleh team Tata JPN 2018.

Rombongan Tata JPN 2018 dominan diisi oleh jurnalis senior bidang otomotif baik yang masih aktif dan tidak aktif atau telah menjadi professional trainer safety driving dan konsultan ahli ekspedisi kendaraan jarak jauh. Mereka juga melibatkan driver kendaraan niaga profesional dengan jam terbang di atas 20 tahun. Perjalanan ini mereka tempuh selama 20 hari dengan baik.

"Sejak Pasar Peunayong hingga Siantar, karakter jalan banyak didominasi jalan lurus. Namun ketika harus melalui Siantar menuju destinasi Danau Toba, saya sempat khawatir. Selain itu, saya ditunggu tikungan tajam yang di beberapa lokasi tertentu dibarengi tanjakan curam dan turunan dengan sudut kemiringan hingga 30 derajat itu dapat dilalui mobil dengan baik," klaim tim tes yang juga wartawan dan instruktur Safety Driving Bandung, Catur Wibowo.

Agak berbeda dengan Catur, Tata yang melibatkan pengendara senior mobil komersial Uja Laksana. Ia sempat tertawa meringis dan tidak yakin terhadap kemampuan Tata Xenon HD. "Saya agak tertawa (menganggap remeh) saat staf Tata Motors ada yang mengklaim Xenon HD sanggup membawa beban hingga 2,5 ton. Demi membuktikannya, kami mengajak pikap ini ke tambang pasir tradisional di Lhokseumawe. Kami minta bak diisi full. Beratnya kurang lebih dua ton."

"Muatan seberat ini saya kemudikan  hingga Jakarta sepanjang kurang lebih dari 2.500 kilkometer. Beberapa jalan super buruk dan keriting bergelombang harus dihadapi dan tentu ini sangat menyiksa kaki-kaki depan dan kaki-kaki belakangnya. Berbeda dengan performa saat tanpa muatan. Adanya pasir ini justru memberikan pengendalian yang lebih mantap."

Hal yang di luar dari perhitungan para anggota tim uji ini, lantaran di sepanajng perjalanan di Sumatera, mereka kerap berpapasan dengan kendaraan dengan merek sama. Baik yang telah menjadi bus, angkot, dan transportasi angkut barang dan hasil bumi. Di Aceh tim menemukan banyak minibus Tata sebagai angkutan kota.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta, menegaskan bahwa Ia punya harapan besar untuk memberikan pembuktian. Terutama soal keberadaan pasar tradisional yang bisa menopang perekonomian nasional.

"Kami berharap bisa melanjutkan program ini hingga ke pelosok-pelosok Indonesia, agar kita sadar bahwa keberadaan pasar tradisional itu penting."


(UDA)