Mobil Baru

Pertamina Ikut Riset Mesin Terbaru Lamborghini

Ekawan Raharja    •    Selasa, 06 Jun 2017 16:46 WIB
pertamina
Pertamina Ikut Riset Mesin Terbaru Lamborghini
Pertamina lubricants dan Lamborghini akan menambah waktu kerja sama mereka hingga 2021. Pertamina

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina Lubricants seperti yang kita ketahui memiliki kerja sama dengan Lamborghini. Bahkan perusahaan pelat merah tersebut akan ikut membantu mengembangkan mesin terbaru Lamborghini.

Rencananya Pertamina Lubricants akan memasok kebutuhan pelumas untuk mesin terbaru Lamborghini. Pengembangan pelumas ini akan dipimpin langsung oleh Lamborghini, dan diawasi oleh PT Pertamina Lubricants.

"Ke depan kita kerjasama strategi tidak hanya branding dan balap, tapi juga pengembangan mesin. Lamborghini akan ada mesin baru dan kami ikut dipengembangannya," Brand Communication Manager PT Pertamina Lubricants, Budi Suharyanto, Senin (5/6/2017) di Rumah Maroko Jakarta.

Sayangnya Pertamina enggan membocorkan mengenai detail mesin yang sedang mereka kembangkan bersama. Hanya saja kehadiran mesin baru ini akan berbarengan satu model baru Lamborghini dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah strategis ini akan termasuk ke perpanjangan kontrak kerja sama si Banteng Ngamuk dan PT Pertamina Lubricants yang sedianya habis pada 2019. Nantinya kontrak kerjasama akan diperpanjang pada 2021.

Untuk pengembangan pelumas baru ini, estimasinya akan memakan waktu sekitar tiga tahun. Jika riset mulai dilakukan pada 2018, maka akan rampung 2021.

"Pengembangan tiga tahun untuk pelumas baru agar untuk sesuai dengan kebutuhan mesin. Waktu itu sudah termasuk uji test," timpal VP marketing retail PT Pertamina lubricants, Syafanir sayuti, dikesempatan yang sama.

Sebagai awalan, pelumas terbaru ini akan menjadi pelumas bawaan dari Lamborghini. Namun selanjutnya tidak menutup kemungkinan pelumas ini akan beredar di pasar aftermarket.

"Sebagai awalan kita memang bekerjasama dengan Lamborghini. Namun tujuan utama kami bisa bekerja sama dengan Volkswagen Group," tutup Syafanir.


(UDA)