Pelunasan Pajak Mobil Mewah 5 Menit Beres

Intan fauzi    •    Rabu, 23 Aug 2017 13:09 WIB
pajak kendaraan
Pelunasan Pajak Mobil Mewah 5 Menit Beres
Rolls-Royce dan Lamborghini milik Raffi Ahmad ditagih pajaknya oleh BPRD DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta berjanji melakukan langkah persuasif bagi para penunggak pajak kendaraan mobil mewah. Mereka dipastikan dapat berbagai kemudahan.

Kepala BPRD DKI Jakarta Edi Sumantri menawarkan layanan jemput bola dengan mengirimkan mobil Samsat keliling.

"Kalau klub Ferrari atau Lamborghini, setelah kumpul, kemudian hitung ada berapa (yang mau bayar pajak)? Petugas kami nanti memproses. Kita jemput bola," kata Edi memberi contoh, saat berdialog dengan pengurus asosiasi pemilik mobil mewah di Gedung Dinas Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu 23 Agustus 2017.

Layanan jemput bola oleh petugas Samsat keliling ini, kata dia, bisa dilakukan minimal kalau ada 10 pemilik kendaraan yang mengajukan. Ia meyakinkan prosesnya pun akan berlangsung cepat.

"Samsat keliling datang, proses sebentar, enggak sampai lima menit ya, bisa bayar lewat EDC," ujar Edi.

Selain jemput bola, BPRD DKI juga menawarkan penyediaan loket khusus bagi pemilik mobil mewah yang mau membayar pajak di kantor Samsat. Edi tak masalah memberikan perlakuan khusus kepada mereka selama hal itu mempermudah membayar pajak.

"Misalkan antreanmnya panjang. Ingin loket khusus, kita buka di Abdul Muis atau masing-masing Samsat di lima wilayah," terangnya.

Baca: Penerimaan Pajak Jakarta Melenting

Semua upaya itu adalah untuk memenuhi target pajak DKI Jakarta tahun ini sebesar Rp35 triliun. Khusus dari kendaraan mewah, BPRD mencatat potensi pajak mencapai Rp400 miliar. Tahun lalu, dari target penerimaan pajak Rp33,10 triliun, Pemprov DKI hanya mampu menarik 95,51% atau Rp31,61 triliun.

Bendahara Ferrari Owners Club Indonesia, Jos Parengkuan, yang hadir dalam pertemuan itu mengapresiasi upaya pemerintah DKI Jakarta dalam memenuhi target pajak daerah. "Kami berterima kasih atas segala kemudahan yang diberikan," ujarnya.

Jos yang mewakili para pemilik mobil Ferrari dan Lamborghini ini mengaku sudah mendapatkan daftar nama yang harus membayar pajak. "Nanti akan kami sosialisasikan ke anggota," ujarnya.




(UWA)