Mobil Listrik

Sambut Era Kendaraan Listrik, PLN Nyatakan Siap

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 20 Nov 2017 09:36 WIB
mobil listrik
Sambut Era Kendaraan Listrik, PLN Nyatakan Siap
Untuk lingkup nasional PLN telah menyediakan 882 Stasiun Penyedia Listrik Umum. MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan Listrik Negara (PLN) yakin ratusan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang ada sudah bisa menjadi penopang infrastruktur pendukung yang mumpuni, dalam menyambut komitmen Presiden Joko Widodo atas pemanfaatan tenaga listrik terhadap sistem transportasi. 

Salah satu contohnya adalah SPLU yang terdapat di Gambir, Jakarta Pusat. SPLU ini memiliki kapasitas 5.500 Volt Ampere (VA). Adanya SPLU ini disambut baik oleh pemilik motor listrik yang sudah menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari. SPLU ini bersifat mandiri tanpa bantuan petugas, untuk pengisian penuh mobil dibutuhkan waktu sekitar 4-6 jam, sedangkan untuk sepeda motor sekitar 3 jam. Biaya listrik per KWH Rp1.647.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk bisa menggunakan SPLU adalah, pelanggan harus mengetahui nomor ID SPLU yang hendak digunakkan. Selanjutnya isi pulsa meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB)/ATM/minimarket. Kemudian masukan angka aktivasi di mesin SPLU, setelah itu baru bisa mengisi.

Setelah diluncurkan Agustus 2016 lalu, total SPLU di DKI Jakarta ada 549 titik, yang tersebar di Jakarta Utara (Bandengan 61 SPLU, Tanjung Priok 16 SPLU dan Marunda 93 SPLU). Jakarta Timur (Jatinegara 21 SPLU, Pondok Kopi 30 SPLU, Kramat Jati 21 SPLU, Ciracas, 81 SPLU dan Pondok Gede 48 SPLU).

Jakarta Selatan (Bulungan 23 SPLU dan Lenteng Agung 20 PLU), Jakarta Barat (Kebon Jeruk 44 SPLU dan Cengkareng 14 SPLU), Jakarta Pusat (Cempaka Putih 16 SPLU dan Menteng 13 SPLU), Tangerang (Bintaro 16 SPLU dan Ciputat 32 SPLU). 

Untuk lingkup nasional PLN telah menyediakan 882 SPLU, yang tersebar di Pulau Sumatera (Kota Bumi, Tanjung Karang, Riau, Kepulauan Seribu, Rengat dan Tanjung Pinang). Pulau Jawa (Banyuwangi, Jember, Situbondo, Pamekasan, Pasuruan, Sidoarjo dan Malang). Kalimantan (Ketapang), Sulawesi (Kotamobogu, Manado, Gorontalo, Luwuk, Palu dan Makassar), serta Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Kepala Komunikasi PLN Pusat, I Made Suprataka mengatakan kepada Metrot TV di Primetimenews, Minggu (19/11/2017), rencana mobil listrik ini merupakan bagian yang terintigrasi dengan pelayanan SPLU dan pihaknya mengaku sudah siap dengan rencana tersebut.

Suprataka menerangkan, bahwa secara nasional neraca daya PLN sudah surplus 10 persen. Ia berharap pada 2019-2020 elektrifikasi bisa mencapai 99 persen. Artinya, dilihat dari suplai atau daya mampu, PLN sudah siap dan bisa mengantisipasi kebutuhan pengembangan mobil listrik.

Delapan tahun dari sekarang pertumbuhan mobil listrik ditargetkan mecapai 20 persen dari total dari kendaraan yang dijual secara nasional. Penggunaan tenaga listrik untuk transportasi ini sejalan dengan rencana bauran energi nasional, mewujudkan 23 persen dari energi terbarukan pada 2025 mendatang. 


(UDA)