Parkir LIar

Bayar Dua Kali, Parkir Liar Senayan Resahkan Pengunjung IMOS

Ekawan Raharja    •    Sabtu, 05 Nov 2016 12:31 WIB
parkir liar
Bayar Dua Kali, Parkir Liar Senayan Resahkan Pengunjung IMOS
Parkir liar Senayan masih merajalela. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Parkir liar menjadi persoalan klasik ketika berkunjung ke Kawasan Glora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Meski pengelola parkir kawasan GBK silih berganti, parkir liar tetap saja ada di kawasan publik ini.

Tak sedikit pengunjung Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) mengeluhkan problem tersebut. Mereka menyayangkan masih ada parkir liar di dalam areal GBK.

"Merasa dirugikan karena kita bayar di loket dan juga bayar parkir liar," ujar salah satu pengunjung IMOS 2016, Bagas, Jumat (4/11/2016).



Jika pengunjung IMOS datang membawa sepeda motor, bersiaplah untuk mengeluarkan parkir Rp15 ribu. Rinciannya adalah Rp10 untuk pengelola parkir resmi GBK. Lalu Rp5 ribu untuk parkir liar di seputar area JCC. Sedangkan untuk mobil dikenakan tarif lebih mahal lagi.

Ketika masuk areal GBK, pengemudi harus siap membayar parkir Rp5 ribu untuk satu jam pertama dan tambahan Rp5 ribu untuk setiap jam berikutnya. Sedangkan unuk parkir liar, setiap mobil akan dikenakan tarif Rp10 ribu.



Ironisnya, parkir liar ini berada tepat di samping pos polisi yang berada di areal GBK. Tampak beberapa kali, oknum parkir liar ini dengan santai menarik uang parkir liar tanpa ada rasa cemas ditangkap polisi.

Jadi jika ingin beraktivitas di areal GBK atau berkunjung ke IMOS, persiapkan uang lebih sebelum memasuki areal GBK. Jika tidak ingin rumit, silakan datang ke areal GBK dengan transportasi umum atau ojek online.

Kondisi di kawasan olahraga ini tentu saja berbanding terbalik dengan rencana pemerintah membahas pungutan liar. Padahal pemerintah sudah menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus untuk menghapuskan pungutan liar.


(HIL)