Regulasi Otomotif

Mobil Hybrid dan Listrik Sulit di Indonesia, Ini Penyebabnya

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 25 Aug 2017 08:10 WIB
regulasi otomotif
Mobil Hybrid dan Listrik Sulit di Indonesia, Ini Penyebabnya
Toyota sudah pamerkan konsep mobil listrik mereka. Daily Express

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu mobil hybrid dan listrik sudah berhembus kencang di Indonesia. Pabrikan pun menyambut baik hal ini, tentunya agar kondisi jalanan lebih sehat dan minim polusi.

Apalagi Indonesia jadi salah satu dari sedikit negara yang masih menerapkan standar Euro2, ini jelas sudah sangat jauh tertinggal. Namun memasarkan mobil jenis ini punya kendala tersendiri, seperti biaya pajak yang tinggi. 

"Luxury tax dan impor tax bisa melambungkan harga mobil 40 persen lebih mahal, itulah kenapa mobil ini tak bisa murah," kata Executive GM PT Toyota Astra Motor (TAM), Suryo Pranoto.

Kemudian perlu waktu melakukan edukasi terhadap konsumen, setidaknya perlu waktu tiga tahun. "Contoh seperti transmisi otomatis pertama tidak gampang, karena banyak yang bertanya perawatan. Hybrid pun sama, edukasi tidak mudah apalagi harga jual tinggi," paparnya beberapa waktu lalu.

Selain mobil hybrid, maka mobil listrik juga punya kendala tersendiri. Kalau power plant kurang, tentu akan sulit berkembang mobil listrik di Indonesia. "Lalu source power plant ini apa? Kalau batu bara juga berarti cuma pindah emisi dari jalanan ke area sekitar power plant," ujarnya.

Saat ini Toyota memiliki 33 lini produk yang sudah berteknologi hybrid. Untuk mobil listrik, mereka sudah pamerkan mobil listriknya dalam ajang Consumer Electric Show, dengan menghadirkan demo car bernama Yui.


(UDA)