Komponen Otomotif

Bosch Kenalkan Teknologi As Roda Elektrik

Ahmad Garuda    •    Kamis, 07 Sep 2017 07:23 WIB
komponen otomotif
Bosch Kenalkan Teknologi As Roda Elektrik
Bosch kembangkan as roda elektrik, solusi mobilitas sederhana tapi powerfull. Bosch

Metrotvnews.com, Jakarta: Produsen komponen otomotif Bosch, tak berhenti melakukan riset komponen untuk kendaraan terbaru yang paralel juga dikembangkan oleh industri otomotif dunia. Salah satu hal yang terbaru adalah e-axle atau as roda elektrik untuk mobil listrik atau hybrid bahkan untuk mobil bermesin konvensional.

Namanya e-axle, tentunya kita sudah bisa mengira-ngira bahwa sistem as roda ini punya mekanisme gerak yang lebih sederhana dan digerakkan oleh sistem elektrik. Perusahaan asal Jerman itu menggabungkan tiga komponen powertrain ke dalam satu unit.

Komponen tersebut berkaitan erat dengan mesin, power electronics (pengonversi dan pengontrol daya listrik), dan transmisi membentuk satu unit kompak yang langsung menggerakkan as roda mobil. Konsep ini membuat powertrain menjadi lebih efisien, serta lebih terjangkau.

“Dengan as roda elektrik, kami menerapkan prinsip all-in-one di bagian powertrain,” ujar Anggota Dewan Manajemen Robert Bosch GmbH, Dr. Rolf Bulander sekaligus ketua sektor bisnis Mobility Solutions.

Komponen-komponennya sangat fleksibel, yang berarti e-axle dapat dipasang di mobil hibrida dan listrik, mobil kompak, SUV, dan bahkan truk ringan. Powertrain ini dapat menghasilkan daya antara 50 dan 300 kilowatt. Sehingga mampu menggerakkan kendaraan besar seperti SUV secara elektrik sepenuhnya.

Torsi di as roda kendaraan bisa berkisar antara 1.000 sampai 6.000 Newton meter. Saat dipasang di kendaraan hibrida dan listrik, as roda depan dan belakang bisa digerakkan. As roda elektrik yang menghasilkan daya 150 kilowatt beratnya sekitar 90 kilogram, dan sejauh ini beratnya masih lebih rendah daripada gabungan beberapa satuan komponen.

Meski Bosch sudah mengembangkan komponen ini sejak 2012 dan sudah terdapat di beberapa tipe unit mobil merek Eropa, namun untuk memproduksi secara massal baru akan tersedia di 2019-2020. Sayangnya, teknologi ini bukan untuk konsumsi konsumen perorangan. Melainkan masih antara perusahaan.


(UDA)