Mobil Listrik

Blits, Bakal 'Uji Nyali' di Dakar Rally

Ekawan Raharja    •    Senin, 12 Nov 2018 14:34 WIB
mobil listrikbalap mobil
Blits, Bakal 'Uji Nyali' di Dakar Rally
Blits akan menjalani uji tes di jalan 15 ribu kilometer. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Secara fakta, Indonesia memang belum punya mobil penumpang produksi nasional berpenggerak listrik. Namun secara konsep dan prototipe, sudah banyak beredar mobil-mobil yang diciptakan dengan kemampuan khusus seperti mobil listrik hasil kolaborasi Universitas Budi Luhur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Fin Komodo.

Mengusung nama Blits, mobil ini bakal tampil di ajang balap reli terganas dunia, yaitu Dakar Rally. Tidak main-main, mobil ini siap diuji coba dengan berkeliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, menjelaskan proyek mobil prototipe ini 100 persen dijalankan dengan tenaga listrik. Seluruh pengerjaan Blits dilakukan oleh civitas akademi dari Budi Luhur dan juga ITS.

"Projek Blits merupakan inovasi mobil listrik yang dilahirkan dari anak bangsa yang bisa dikenal oleh dunia," beber Kasih Senin (12/11/2018) di Universitas Budi Luhur Jakarta.

Dia menjelaskan awal diciptakannya Blits karena skuter listrik Gesits yang mulai digaungkan sejak 2016. Kemudian Kasih pun bertemu dengan Direktur PUI-SKO ITS, M Nur Yuniarto, dan membahas kemungkinan untuk membuat mobil listrik.

Jantung Pacunya menggunakan motor listrik dengan puncak tenaganya mencapai 100 kw atau sekitar 134 daya kuda. Motor ini didukung baterai dengan kapsitas mencapai 90 kWh.

Rencananya Blits akan memulai perjalannya Rabu (14/11/2018) dari Jakarta menuju Sumatera, hingga Sabang di Nangroe Aceh Darussalam. Kemudian perjalanan akan dilanjutkan ke Kalimantan, Sulawesi, dan berbagai pulau di Indonesia dengan jarak sekitar 15 ribu kilometer.

"Diperkirakan Januari 2019 sudah rampung. Nanti garis akhirnya berada di ITS Surabaya," ujar M Nur Yuniarto dikesempatan yang sama.

Perjalanan ini juga mendapatkan dukungan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Nantinya mobil ini akan berhenti di kantor-kantor PLN yang ada selama di perjalanan guna melakukan pengecasan listrik jika daya baterai sudah mulai habis.


(UDA)