Industri Otomotif,

Dollar Melambung, Ekspor Mitsubishi Tidak Terpengaruh

Ekawan Raharja    •    Minggu, 23 Sep 2018 12:00 WIB
mitsubishiindustri otomotif
Dollar Melambung, Ekspor Mitsubishi Tidak Terpengaruh
Mitsubishi Xpander diproduksi di pabrik Mitsubishi Cikarang Indonesia. Mitsubishi

Jakarta: Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat masih dikisaran Rp14.800 per Dollar. Meski terbilang tinggi, kondisi ini tidak banyak berpengaruh terhadap kondisi ekspor ekspor Mitsubishi Indonesia.

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Kyoya Kondo, menjelaskan kondisi mata uang saat ini tidak terlalu berpengaruh terhadap ekspor. Karena target saat ini masih kepada menyediakan kebutuhan untuk ekspor ke berbagai negara.

"Pelemahan terhadap mata uang asing tidak terlalu berdampak terhadap permintaan ekspor," ujar Kondo-san menjawab pertanyaan Medcom.id di Sport Stube Jakarta.

Dia menerangkan kalau saat ini pelemahan mata uang Rupiah lebih berdampak kepada biaya impor. Mengingat saat ini ada beberapa komponen yang didatangkan dari luar negeri.

"Kita ekspor Xpander dan kandungan lokalnya 67 persen. Karena itu kita mempercepat peningkatan lokalisasi (komponen) karena ada beberapa biaya komponen yang meningkat," sambungnya.

Lebih lanjut mengenai nilai penjualan ekspor juga tidak banyak berubah. Karena masih ada kaitan dengan impor dengan cost yang meningkat.

Lebih lanjut Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, menambahkan saat ini nilai bisnis belum menjadi fokus utamanya. Pemenuhan kebutuhan pasar masih menjadi target utama produksi pabrik mereka.

"Ekspor sekarang konsentrasi lebih kepada kapasitas. Kita sebetulnya masih dalam proses memaksimalkan produksi untuk kebutuhan domestik dan ekspor," jawab singkat Irwan.


(UDA)