Industri Otomotif

Pajak Turun, Bisa Jadi Stimulus Ekspor Sedan ke Australia

Ekawan Raharja    •    Kamis, 10 Aug 2017 08:08 WIB
industri otomotif
Pajak Turun, Bisa Jadi Stimulus Ekspor Sedan ke Australia
PPnBM mobil sedan berbeda dengan jenis-jenis model lainnya. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berencana untuk menurunkan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) mobil jenis sedan. Sudah pasti rencana ini ditanggapi antusias oleh pabrikan otomotif.

Hal ini tentu menarik perhatian produsen mobil, seperti Toyota yang juga memiliki fasilitas produksi di Indonesia. Mereka menilai kebijakan ini langkah bagus karena akan meningkatkan pasar otomotif, khususnya sektor ekspor.

"Kalau saya bilang lebih kepada pasa ekspor yang kuat, dan pasar Indonesia akan tumbuh tapi tidak akan banyak karena pasar kita saat ini market (sedan) satu sampai dua persen," ucap Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, Rabu (9/8/2017) di Mercure Hotel Serpong Tangerang Selatan.

Pria yang akrab dengan awak media ini yakin rencana pengurangan PPnBM untuk sedan akan segera terjadi. Optimisme ini tidak lepas dari kunjungan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) , ke Australia beberapa waktu lalu.

"Jokowi berangkat ke Australia dan melakukan bisnis ke mereka. Di sana dia bertanya bisnisnya apa, dan salah satunya adalah otomotif karena pabrik otomotif di Australia sudah tutup semua. Nah kenapa jadi mesti mengambil dari Thailand atau Singapura, harusnya Indonesia karena di sini ada base," jelasnya.

Jika pabrikan-pabrikan yang ada di Indonesia bisa meningkatkan ekspor, maka pendapatan negara akan meningkat. Pendapatan lebih ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membangun infrastuktur dan juga menutupi hutang negara.

Ketika disinggung mengenai kapasitas pabrik Toyota di Indonesia, Soerjo mengklaim kondisi saat ini belum memaksimalkan 100 persen kapasitas produksi. Merek otomotif asal Jepang ini masih bisa menambah kapasitas produksinya, khususnya plant 2 yang di Karawang Jawa Barat.

"Kalau di tanyakan punya room untuk itu dan baru 60 persen yang digunakan. Plant 2 masih ada sisa 40 persen yang bisa dimaksimalkan jika saya tidak salah ingat," tutup Soerjo.


(UDA)