Mobil Bekas

Mobil Eks Taksi, Pilihan Lain Mobkas Harga Murah

M. Bagus Rachmanto    •    Sabtu, 10 Mar 2018 15:58 WIB
mobil bekas
Mobil Eks Taksi, Pilihan Lain Mobkas Harga Murah
Mobil eks taksi Limo alternatif pilihan membeli mobil bekas. medcom.id/

Bekasi: Pasar mobil bekas atau used car kian semarak dengan kehadiran mobil eks taksi yang dijual dengan harga relatif murah. Hal itu membuat masyarakat mempunyai ragam pilihan, baik dari segi model maupun harga. 

Salah satu pilihan membeli mobil bekas yang layak dipertimbangkan adalah dengan menebus unit eks armada taksi. Selain harganya terjangkau, model yang ditawarkan mirip dengan mobil pribadi, seperti Toyota Vios dan Limo. 

Menurut Kepala Pool Blue Bird (BB) Marga Mulya dan Tambun, Dhanu Wibisono, perbedaan antara eks taksi dan mobil pribadi terdapat di detail dan beberapa fitur. Seperti pelek, power window, audio, foglamp dan peredaman kabin. 

"Sedang untuk kelistrikan, mesin, transmisi hingga suspensi sama saja. Harga Limo eks taksi tahun produksi 2012 kami jual dengan harga Rp82,5 juta, sudah plat nomor hitam dan perubahan warna bodi," terang Dhanu saat berbincang dengan medcom.id di Bekasi, Sabtu (10/3/2018).

Sebagai salah satu pemain lama yang bergerak di bisnis transportasi, BB menjamin mobil-mobil eks taksi yang dijualnya punya kualitas yang baik. Bahkan mereka juga menyediakan pelayanan purna jual dengan menyediakan bengkel bagi pelanggan khusus eks taksi.

Menarik, untuk memasarkan dan menjaring minat masyarakat akan mobil eks taksi, mereka punya strategi tersendiri, yaitu menggandeng komunitas Limo. Tujuannya untuk membina hubungan yang baik dengan pelanggan dan komunitas tersebut. "Harapannya meningkatkan brand image terhadap mobil eks Blue Bird grup, sekaligus meningkatkan penjualan."

Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, untuk itu Dhanu memberikan tipsnya. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagian mesin. Pilih  mobil yang kondisi mesinnya masih bagus, karena lebih sulit memprediksikan kerusakan mesin ketimbang kerusakan bodi.

"Perhatikan kondisi mesin, kalau perbaikan bodi kelihatan apa saja yang harus diperbaiki. Tapi kalau mesin agak sulit memprediksinya karena semua komponen ada di bagian dalam dan tak terlihat."


(UDA)