Recall Mobil

Salah Prosedur, Nissan Tarik 1,2 Juta Mobil di Jepang

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 03 Oct 2017 17:42 WIB
nissan
Salah Prosedur, Nissan Tarik 1,2 Juta Mobil di Jepang
Penarikan berdampak merosotnya saham Nissan di Tokyo. Japantimes

Metrotvnews.com: Nissan mengumumkan penarikan/recall terhadap 1,2 juta unit mobil di Jepang. Kebijakan ini berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan/inspeksi akhir mobil, yang tidak sesuai dengan ketentuan atau persyaratan keselamatan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam konferensi persnya di Yokohama, Presiden Nissan, Hiroto Saikawa meminta maaf atas kejadian itu. Ia juga menyebutkan perkiraan biaya penarikan yang bakal menghabiskan 25 miliar Yen atau sekitar Rp2,9 triliun.

Kemudian dikatakan bahwa sekitar 1,21 juta unit yang diproduksi antara bulan Oktober 2014 dan September 2017 akan diperiksa ulang. Penarikan berdampak terhadap 24 model, termasuk mobil listrik Note, Skyline dan Leaf.  

Presiden Nissan, Hiroto Saikawa 

Nahas, pengumuman tersebut muncul setelah saham Nissan merosot di Tokyo, karena ada laporan menyebutkan, bahwa pemeriksaan mobil dilakukan oleh pegawai yang tidak memiliki sertifikasi keahlian yang ditetapkan pemerintah.

Akibatnya saham Nissan turun lebih dari 5 persen pada awal perdagangan, dan ditutup menurun 2,69 persen pada level 1,084,5 Yen. 

Tidak hanya itu, kejadian tersebut juga berdampak pada keterlambatan pengiriman mobil ke pelanggan. Karena kesalahan prosedur pemeriksaan dilakukan di enam pabrik perakitan domestiknya. Salah satunya Pabrik Oppama Nissan di Prefektur Kanagawa.

Sementara ini Nissan hanya diperbolehkan menjual model barunya yang diproduksi pada 19 September 2017. Saat ini perusahaan juga sedang menyelidiki penyebab dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak meluas. Sambil menunggu instruksi dari Kementerian Land, Infrastructure, Transport and Tourism terkait upaya penyelesaian. 


(UDA)