Mobil Bekas

Usai Lebaran, Pedagang Mobil Bekas Mengeluh Sepi

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 04 Aug 2017 09:41 WIB
mobil bekas
Usai Lebaran, Pedagang Mobil Bekas Mengeluh Sepi
Bursa mobil bekas di wilayah Semarang Jawa Tengah. MTVN/M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasca lebaran, bisnis penjualan mobil bekas (mobkas) mengalami penurunan. Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Pedagang Mobil Bekas Jakarta Timur (IPMJ), Ahmad Fadilah. Menurut Ahmad fenomena sepinya pembeli sudah dirasakan sejak seminggu setelah Lebaran.

Dikutip dari Carmudi, banyak hal yang mempengaruhi sepinya pembelian mobil bekas terebut, salah satunya adalah mulainya tahun ajaran baru sekolah. “Kalau sekarang kebanyakan orang itu sibuk bayar daftar masuk sekolah. Tapi biasanya bulan-bulan ini hingga akhir tahun akan perlahan naik," kata Ahmad Fadilah dalam keterangan tertulisnya.

Senada dengan Ahmad, salah satu pedagang mobil bekas dealer Fritz n Co yang terletak di Carsentro Yogyakarta juga mengeluhkan sepinya pembeli pasca lebaran. “Kalau di masa sekarang orang fokus uangnya ke sekolah anak-anaknya, masa liburan sekolah juga memang jarang pembeli, orang-orang fokusnya ke liburan dan sekolah dulu,” tambah pemilik dealer Fritz n Co, Jojon Ardi.

Para pedagang memprediksi kondisi pasar mobkas akan kembali bergairah menjelang akhir tahun. Berdasarkan pengalaman peningkatan akan terjadi di bulan September hingga November mendatang. Berbeda dengan penjualan mobkas cara online. Berdasarkan data Litbang Carmudi, tidak terjadi penurunan jumlah pengiklan atau listing mobkas di platformnya.

“Fenomena yang terjadi itu memang membuat bisnis pedagang mobil bekas terganggu. Untuk itu sebenarnya sarana pemasaran para dealer konvensional harus merambah dunia online. Hal itu bertujuan untuk meluaskan cakupan pemasaran dan menyentuh calon pembeli yang tersebar di berbagai wilayah,” ujar Head of Marketing and PR Carmudi, Chandra Sidik

Menurut Chandra, banyak alasan penjual mobkas melakukan penjualan melalui cara online, salah satunya lebih disebabkan karena sepinya pembeli di dealer mobkas. Stok mobkas milik pedagang pun menumpuk, membuat mereka menahan untuk membeli mobkas dari penjual pribadi. "Kebanyakan listing berasal dari penjual pribadi atau biasa kami sebut organik listing. Tentu hal ini kami pahami sebagai kesadaran pemasaran jual beli mobil secara online sudah mulai meningkat,” tutup Chandra.


(UDA)