Edukasi Teknologi Katrol Penjualan Fuso di GIIAS

Ainto Harry Budiawan    •    Selasa, 23 Aug 2016 11:41 WIB
giias 2016
Edukasi Teknologi Katrol Penjualan Fuso di GIIAS
Mitsubishi targetkan Colt Diesel tembus 1 juta unit. KTB

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurunnya respon pasar mobil niaga, membuat agen pemegang merek (APM) nasional yang fokus di segmen ini, mulai melakukan edukasi yang berbeda. Misalnya tentang teknologi yang lebih ramah lingkungan, kapasitas angkut, hingga konsumsi bahan bakar yang mumpuni.

Itu terbukti di ajang pameran otomotif milik GAIKINDO yaitu GIIAS. Sejumlah brand mobil di segmen komersial atau niaga mendapat pemesanan unit yang signifikan. Mulai dari brand yang sudah lama di pasar nasional seperti Fuso, Hino, hingga UD Truck, juga untuk pemain baru seperti Tata Motors.

Khusus untuk Fuso total penjualan mereka selama 11 hari pameran mencapai 577 unit, atau melonjak tiga kali lipat dari tahun lalu yang 146 unit saja. Ini tak terlepas dari kampanye teknologi yang diemban pada jajaran mobil yang mereka pasarkan. Terutama teknologi yang berhubungan langsung dengan performa dan konsumsi bahan bakar.

Colt Diesel jadi idola dengan jumlah pemesanan 456 unit, Fuso 87 unit dan light commercial vehicle sebanyak 34 unit. Hal ini di luar perkiraan, mengingat kondisi pasar mobil niaga semester satu yang turun 18 persen.

"Banyak konsumen memanfaatkan penawaran selama pameran ini berlangsung, sehingga penjualan bisa melonjak hingga lebih dari tiga kali lipat. Semoga ini pertanda baik di semester kedua dan target satu juta unit Colt Diesel semakin cepat tercapai,” ujar Head of MFTBC PR & Promotion Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Sudaryanto.

Naik turunnya pasar kendaraan bermotor untuk niaga bisa dijadikan sebagai indikasi kondisi ekonomi. Sangat erat kaitannya karena kendaraan bermotor untuk niaga digunakan untuk mendukung bisnis dan kegiatan pembangungan.

“Kami berharap proyek-proyek pemerintah dapat terlaksana dengan baik, karena efeknya sangat luar biasa dan berimbas ke berbagai sektor termasuk peningkatan demand kendaraan niaga,” tutup Sudaryanto.


(UDA)