Test Drive

Jajal Transmisi Otomatis i-AMT Wuling Cortez, Mirip AGS Suzuki

Ekawan Raharja    •    Kamis, 21 Dec 2017 15:31 WIB
test drivewuling motors
Jajal Transmisi Otomatis i-AMT Wuling Cortez, Mirip AGS Suzuki
Menjajal performa transmisi i-AMT milik Wuling Cortez. Wuling Motors

Jakarta: Wuling Motors sudah resmi menghadirkan Confero S, hingga saat ini masih banyak yang menanti transmisi otomatisnya. Hal ini pun dijawab oleh Wuling Motors, dengan produk terbarunya, yaitu Cortez yang sudah dibekali dengan transmisi otomatis.

Cortez dibekali dengan transmisi otomatis intellegent automated mechanical transmission (i-AMT). Model transmisi ini memungkinkan pengendara menggunaakan transmisi secara otomatis atau manual enam percepatan. Kurang lebih mirip dengan auto gear shift (AGS) yang ditawarkan oleh Suzuki.

"Kalau konsumen tidak mau capek, bisa pilih otomatis lima percepatan, dan saat mau lebih fun to drive bisa pilih manual dengan lima percepatan," jelas Product Planning Specialist Wuling Motors Indonesia, Arief Ramadhi, di area Sirkuit Sentul Bogor beberapa waktu lalu.

Selain itu, transmisi ini juga menawarkan dua model berkendara yang bisa digunakan, eco dan sport. Keduanya memiliki gaya yang berbeda, dan tentu saja kebutuhannya juga berbeda.

"Konsumen yang mau berkendara lebih irit bisa pakai Eco, sedangkan yang mau lebih agresif, bisa pakai Sport. Saat pengendara juga mau lebih full mengendalikan kendaraan bisa pakai manual," tambah Arief.

Wuling Motor pun mempersilahkan para wartawan untuk merasakan transmisi i-AMT andalan mereka. Tak tanggung-tanggung, Sirkuit Sentul menjadi arena uji cobanya.

Sayangnya keterbatasan waktu membuat tim medcom.id hanya sempat membawa Cortez dengan mode berkendara eco. Tetapi ini sudah lebih dari cukup untuk feeling driving perpindahan transmisi di mode berkendara eco.

Awalnya kami mencoba membawanya dengan kecepatan sedang, sekitar 40-60 kilometer per jam (kpj), di posisi transmisi otomatis. Terasa perpindahannya gear-nya cukup halus. Memang terasa sedikit leg namun masih dalam batas wajar dan tidak ada sentakan yang berlebih.

Berbeda ketika kami menginjak habis pedal gas hingga dasar. Terasa tenaga untuk putaran bawahnya menurut kami kurang responsif. Kemudian ketika terjadi perpindahan gigi, mulai terasa jeda (lag) yang cukup lama. Hanya i-AMT milik Wuling masih lebih manusiawi saat menghentak.

Kami berkesimpulan kalau kelebihan dan kekurangan i-AMT yang ditawarkan oleh Cortez masih sangat wajar, mengingat ini adalah mobil untuk keluarga. Sehingga kemungkinan akan lebih banyak digunakan berkendara santai, bukan untuk kebut-kebutan di jalanan.


(UDA)