Industri Otomotif

Sah, Geely Kuasai 49,9% Saham Proton

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 26 Jun 2017 07:17 WIB
proton
Sah, Geely Kuasai 49,9% Saham Proton
PM Najib (kiri) bersama petinggi Geely dan DRB-Hicom berpose di depan SUV Boyoe yang akan menyandang merek Proton. (paultan.org)

Metrotvnews.com: Resmi sudah Proton menjadi 'mitra strategis' baru bagi Geely Holdings Group. Dana sebesar RM 460,3 juta (sekitar Rp 1,5 trilyun) yang Geely investasikan ke perusahaan otomotif nasional Malaysia itu ditukar dengan kepemilikan saham sebesar 49,9 persen.

Lebih dari sepertiga dari nilai investasi itu berupa suntikan dana segar kepada DRB-Hicom Bhd yang merupakan BUMN Malaysia pemilik Proton. Sisanya dalam bentuk transfer platform Boyoe yang merupakan sport SUV terlaris Geely di Tiongkok. Boyoe akan menjadi SUV pertama yang Proton produksi.

Perdana Menteri Najib Tun Razak menyaksikan langsung penandatanganan dokumen kerjasama Proton-Geely yang dilaksanakan di Putrajaya, Sabtu (24/6/2017). "Dengan kemitraan strategis ini, Proton memiliki kemampuan dan sumber daya mengubah dirinya dan menjadi contoh kesuksesan Malaysia," harapnya.

Sebagaimana dikutip dari thestar.com.my, PM Najib di dalam sambutannya tidak sungkan mengakui bahwa tidak mudah mempertahankan Proton tetap 100 persen Malaysia. Visi awal pendirian Proton pada 1983 tersebut boleh jadi memang tidak relevan dengan kebutuhan jaman.

Isu rasial yang mengiringi rencana akuisisi Proton oleh Geely juga dikritisinya. Di dalam perhitungan ekonomi, sekali tidak ada alasan kuat menolak investasi dari raksasa otomotif Tiongkok yang juga pemilik baru Volvo, London Taxi Company dan Lynk & Co tersebut.

"Tahun lalu Proton merugi ratusan juta ringgit. Ingat ya, itu uang rakyat. Sangat tidak bijaksana melanjutkan model bisnis yang sudah terbukti tidak sukses. Menolak karena alasan rasis yang kurang jelas hanya akan menyebabkan pemiskinan warga Malaysia dan menggerus daya saing kita," ungkap PM Najib.



Mendapatkan mitra strategis adalah salah satu syarat pemerintah kepada Proton untuk menyetujui pinjaman lunak senilai RM 1.5 milyar. Proton yang disubsidi oleh pemerintah mengajukan tambahan dana sebesar itu untuk membayar utangnya ke para pemasok.

Terhadap pemintaan pinjaman tersebut, pemerintah Malaysia telah menyalurkan RM 1,25 milyar. Sedangkan RM 250 juta akan dicairkan setelah Geely sah secara hukum masuk ke dalam struktur kepemilikan Proton. Dana segar yang Geely suntikkan untuk membayar utang Proton ke sindikasi bank Malaysia yang nilainya mencapai RM 533 juta.

"Status Proton sebagai mobil nasional Malaysia tetap aman dan DRB-Hicom tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Proton sekarang fokus untuk mendapatkan kembali pangsa pasar domestik," kata Managing Director DRB-Hicom, Datuk Seri Syed Faisal Albar.

 


(LHE)