Mobil Baru

Mengenal Teknologi dan Cara Kerja Nissan Note e-Power

Ekawan Raharja    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:07 WIB
mobil listriknissan
Mengenal Teknologi dan Cara Kerja Nissan Note e-Power
Nissan Note e-Power tidak perlu di cas untuk mengisi daya listriknya. MTVN/Ekawan

BSD City: Nissan Indonesia terbilang vakum di 2017 karena tak membawa produk baru ke tanah air. Namun begitu mereka mempersiapkan mobil listrik dengan mengusung teknologi e-Power. Mobil ini mengusung teknologi yang berbeda dari mobil hybrid dan kami akan membeberkan teknologinya seperti apa saja.

Meski tergolong mengandalkan motor listrik untuk menggerakkan roda, tetapi mobil listrik ini tidak membutuhkan pengecasan untuk mengisi daya baterai. Kuncinya, pabrikan asal Jepang tersebut menggunakan internal combustion engine (ICE), mesin bensin, sebagai generator untuk mengisi daya listrik ke baterai.

“e-Power hanya menggunakan motor listrik berdaya tinggi, tidak menggunakan mesin bensin untuk menggerakkan kendaraan," ujar President Director PT Nissan Motor Indonesia, Eiichi Koito, pada Senin (13/11/2017) di BSD City Tangerang Selatan.

Secara keseluruhan sistem penggeraknya menggunakan teknologi mobil listrik Nissan Leaf. Roda diputar dengan motor listrik yang tenaganya dipasok dari baterai lithium-ion on board.

Hanya saja untuk urusan daya listriknya, tenaga dipasok dari mesin 1.200 cc yang berada di bagian depan. Mesin ICE ini tidak digunakan sebagai penggerak roda seperti mobil berteknologi hybrid atau plug-in hybrid umumnya, tetapi hanya berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.

"Mesinnya menggunakan basis yang sama dengan 1.200 Nissan March, hanya saja sudah kita ubah. Disesuaikan dengan fungsinya sebagai generator, tidak lagi menggerakkan roda," ucap Anton Khristanto, Manager R&D PT NMI, dalam kesempatan yang sama.

Mesin ini akan menyala secara otomatis ketika baterai sudah mulai kekurangan daya. Sehingga mesin bisa memasok daya listrik ke baterai, dan kemudian menjadi tenaga untuk menggerakan motor listrik di roda.

Sehingga pengendara tidak perlu bingung untuk mencari stasiun pengisian listrik, karena listrik dihasilkan oleh mesin konvensional. Seperti mobil pada umumnya, pengendara cukup memperhatikan bensin yang ada di tangki berkapasitas maksimal 41 liter.

Pengemudi juga tidak usah risau mengenai tenaganya. Meski digerakan oleh motor listrik namun tenaganya mencapai 109 ps dan torsi 254 Nm.

Dijelaskan oleh General Manager R&D PT NMI, Masayuki Ohsugi, kalau akselerasi mobil listrik bisa lebih cepat karena memangkas proses menggerakkan komponen. Sehingga tenaga yang dihasilkan bisa lebih responsif.

Contoh yang paling gampang dipahami adalah mobil dengan mesin konvensional, ketika pedal gas ditekan maka intake terbuka. Kemudian injektor menyemprotkan bensin yang berefek terhadap kerja piston meningkat. Efek akhirnya adalah akselerasi mobil meningkat.

Namun berbeda dengan mobil listrik ketika pedal gas ditekan maka mengirimkan perintah kepada inverter untuk meningkatkan torsi. Kinerja Motor listrik pun meningkat dan efeknya akselerasi mobil meningkat. Proses penyaluran tenaga sejak pedal gas di tekan bisa lebih ringkas dibandingkan penggunaan mesin konvensional.


(UDA)