Ikatan Motor Indonesia

Kupas Tuntas Tata Cara Perancangan Sirkuit Balap ala IMI

Ahmad Garuda    •    Kamis, 14 Dec 2017 11:06 WIB
imi indonesia
Kupas Tuntas Tata Cara Perancangan Sirkuit Balap ala IMI
Merancang sirkuit untuk kegiatan motor sport tak boleh sembarangan. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Merancang sirkuit untuk kebutuhan kegiatan motorsport, tidak boleh sembarangan. Harus memperhatikan secara detail alur, relief hingga sudut kemiringan. Apalagi Indonesia ini memiliki banyak wilayah yang ingin punya sirkuit, tapi tak tahu ingin merancangnya seperti apa.

Ikatan Motor Indonesia (IMI) pun mengupasnya secara terbuka melalui seminar khusus yang bekerja sama dengan Tilke Engineers & Architects. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan sirkuit balap kelas dunia, pada Rabu (13/12/2017) di Crowne Plaza Hotel Jakarta.

Seminar bertajuk “Developing Successful Circuits” itu, dihadiri sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai pengurus IMI tingkat propinsi. Managing Director Tilke Engineers & Architechts, Dr. Carsten Tilke  memaparkan secara jelas bagaimana proses pembuatan sirkuit balap yang berkualitas.

Dalam penjelasannya, Carsten mengatakan ada banyak tahap yang harus dilalui dalam pembangunan sebuah sirkuit. Diawali dengan sebuah ide, yang kemudian dikembangan menjadi sebuah design. Tetapi sebelumnya ada satu hal penting yang harus di perhatikan, yaitu lokasi di mana sirkuit itu akan dibangun.

“Kontur tanah di lokasi yang akan dibangun sirkuit akan sangat berpengaruh terhadap design dan biaya. Tanah berawa dan padang pasir juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam membangun sebuah sirkuit,” terang Carsten yang menemani ayahnya, Herman Tilke merancang berbagai lintasan balap serta fasilitas otomotif di lebih dari 50 negara.

Tujuan dari diadakannya seminar ini, menurut Sekretaris Jenderal IMI Pusat, Jeffrey JP, adalah untuk memberikan tambahan pengetahuan, khususnya bagi daerah-daerah yang berencana untuk membangun sirkuit. Atau bahkan yang sudah mempunyai sirkuit.

“Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menyelenggarakan suatu kejuaraan otomotif tingkat dunia. Tentunya diperlukan sirkuit-sirkuit yang mendapatkan lisensi tingkat dunia. Untuk membangun sirkuit yang baik, tentu harus melalui perencanaan yang baik. Informasi mengenai itulah yang kami harapkan bisa diperoleh dari seminar ini.”

Selain itu seminar ini juga terlaksana untuk menunjang program IMI di tahun 2018, yaitu pelaksanaan kegiatan olahraga kendaraan bermotor di sirkuit permanen dalam suatu lokasi tertutup. Hal ini dilakukan terutama untuk meningkatkan aspek safety, skill atlit, serta efektivitas dan efisiensi suatu management event.

“Pada akhirnya, kegiatan-kegiatan semacam ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari program-program IMI untuk meningkatkan dunia olahraga otomotif Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.” tutup Jeffrey.


(UDA)