Teknologi Otomotif

Indonesia Belum Siap untuk Mobil Otonom

Ekawan Raharja    •    Rabu, 22 Nov 2017 09:52 WIB
teknologi otomotif
Indonesia Belum Siap untuk Mobil Otonom
Nissan ProPilot merupakan contoh teknologi otonom generasi pertama. Nissan

Bali: Berbagai pabrik otomotif kini sedang mempersiapkan mobil otonom atau mobil tanpa supir. Meski beberapa pabrikan saat ini sudah meluncurkan prototipe sistem otonom, Indonesia bisa di bilang akan sangat lama mencicipi teknologi ini.

Hal ini diutarakan oleh General Manager Marketing Strategy PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, menilai di Indonesia siap belum siap untuk teknologi otonom. Kendala yang paling mendasar ketidaksiapan ini adalah infrastuktur di Indonesia yang belum cukup.

"Sebagai contoh markah pemisah jalan masih banyak yang belum jelas, ada yang garisnya kelihatan tegas, ada yang sudah kabur, dan bahkan tidak ada. Kemudian rambu-rambu juga terkadang ada beberapa yang tidak jelas," ujarnya Selasa (21/11/2017) di Royal Casa Ganesha, Ubud, Bali di sela-sela lokakarya Media Nissan Intellegent Mobility.

Padahal bisa dibilang Nissan merupakan salah satu produsen mobil yang sudah memperkenalkan teknologi otonom generasi pertama melalui Nissan ProPilot di beberapa produknya seperti Serena dan Leaf. Teknologi ini memungkinkan Serena dapat berjalan sendiri untuk satu jalur.

"Jadi sistem kerjanya baru bisa berjalan di single lane. Dia berjalan dengan membaca mobil yang ada di depannya dan markah pembatas jalur," imbuhnya.

Tetapi selanjutnya diperkirakan Nissan bakal memperkenalkan ProPilot generasi kedua di 2018. Di sini nantinya mobil tidak cuma hanya berjalan di satu jalur, tetapi mulai multi jalur.

"Kalau generasi ketiga, teknologi ini sudah bisa membaca keseluruhan lingkungan," tambahnya lagi.

Meski begitu bukan berarti Nissan Indonesia menutup kemungkinan untuk memboyong Serena yang sudah dilengkapi dengan fitur ProPilot. "Kalau kemungkinan tentu ada, cuma kita lihat kondisinya. Sekarang belum."


(UDA)