Penjualan Otomotif Nasional

Penjualan Mobil Semester-1, Masih Sesuai Target

Ekawan Raharja    •    Jumat, 21 Jul 2017 12:40 WIB
industri otomotif
Penjualan Mobil Semester-1, Masih Sesuai Target
Penjualan mobil id Indonesia hingga semester I 2017 sudah mencapai 500 ribu unit. Doc MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Gabungan Industri otomotif Indonesia (Gaikindo) memasang target penjualan mobil di kisaran 1,1 juta unit di sepanjang 2017. Hingga semester-1 berakhir, pasar otomotif Indonesia sudah menyerap 534.288 unit.

Angka penjualan ini di rasa oleh Gaikindo masih dalam perencanaan awal. Sehingga mereka optimis target yang diusung di awal tahun dapat terpenuhi kali ini.

"Jualan mobil harusnya ok, kamu sampau Juni itu sudah mencapai 500 ribu dan seharusnya 1,1 juta unit masih bisa kita capai," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi, di Ritz-Carlton Kuningan Jakarta.

Nangoi juga mengakui bahwa di bulan Juni terdapat penurunan pasar, dari 94.091 di bulan Mei 2017 menjadi 66.755 unit di Juni 2017. Namun hal ini juga dirasa wajar karena usai di semester ini ada momen lebaran.

"Itu kan wajar karena Juni normal itu, kalau tiap ada lebaran pasti turun," tambahnya.

Jika melihat para penyumbang penjualan mobil terbanyak di semester I 2017, nama Toyota, Daihatsu, dan Honda masih menjadi penyumbang tiga terbesar. Toyota masih kokoh di puncak dengan pangsa pasar 36,55 persen, kemudian Daihatsu kembali merebut tahta posisi kedua dengan 17,65 persen, dan Honda di posisi ketiga dengan 17,46 persen.

Tentu masih tersisa enam bulan lagi untuk melihat hasil penjualan sepanjang 2017. Target pun bisa saja terlewati karena di semester dua ini akan ada banyak produk baru dan kehadiran merek baru.

Sebut saja Mitsubishi yang sudah bersiap menambah sesak pasar low MPV dengan XM Concept. Kemudian ada juga Wuling, pemain baru asal Tiongkok, yang juga akan masuk ke segmen low MPV dengan Confero S.

"Buat saya mobil Jepang, Tiongkok dan Korea, yang penting produksi di Indonesia sehingga buat kami ini punya kesempatan membuka lapangan kerja. Kesempatan untuk membangun industri, kesempatan untuk ekspor terbuka. Tujuan kami adalah industri, jadi kalau ada yang bisa jual 200 ribu unit di Indonesia tapi semuanya impor saya kurang suka. Kalau mau bersaing, manapun silahkan saja, tapi kami lebih senang industrinya. Oleh sebab itu ayah angkat kami adalah kemenperin," tutup Nangoi.


(UDA)