Mobil Listrik

Pemerintah Siapkan Regulasi Khusus Mobil Listrik

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Jul 2017 19:00 WIB
mobil listrik
Pemerintah Siapkan Regulasi Khusus Mobil Listrik
Selo, salah satu mobil listrik yang sulit di tanah kelahirannya sendiri karena tak lolos regulasi emisi gas buang. Dok MTVN

Metrotvnews, ?Jakarta: Keinginan para penggagas kendaraan listrik di pasar nasional. sepertinya akan segera terpenuhi. Meminimalisir emisi akibat bahan bakar yang dihasilkan oleh energy fosil, bakal segera terwujud lantaran pemerintah berencana akan menerbitkan kebijakan mengenai mobil listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) yang isinya pemerintah mendukung pengembangan mobil listrik.

"Mungkin pakai Perpres dan sudah ada instruksi tertulis dari Bapak Presiden. Bahwa pemerintah bakal mendukung pengembangan mobil listrik," kata Jonan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu 19 Juli 2017.

Jonan juga menjelaskan terkait rencana Perpres itu, ia telah berbicara kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ada kemungkinan penggunaan dan pengadaan mobil listrik akan mendapat keringanan pajak. "Salah satunya memang dalam masalah perpajakan itu," ucap dia.

Rencana penggunaan mobil listrik memang sudah digulirkan sejak Dahlan Iskan, Menteri BUMN menjabat. Namun, sampai saat ini belum terlihat realisasinya. Untuk itu, Jonan menekankan, kebijakan mobil listrik versi dia bukan merupakan proyek mobil listrik. Tetapi mengarah pada upaya pemerintah untuk mengurangi emisi dan menciptakan pemanfaatan bauran energi hingga target 23 persen di tahun 2025 tercapai.

"Ini bukan proyek mobil listrik. Negara ini juga menerima mobil listrik sehingga untuk mengurangi karbon emisi, kan bauran energi komitmennya 23 persen, transportasi juga besar peranannya," jelas dia.

Jonan menambahkan, dengan kebijakan mobil listrik tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga dapat menumbuhkan industri mobil dalam negeri.

"Ini kebijakan mobil listriknya dulu, nanti mau dibuat dalam atau luar, saya sih kalau bisa dibuat dalam negeri sangat mendukung," pungkas dia.


(UDA)