Industri Otomotif

Pengganti Ghosn di Renault, Diumumkan Kamis Besok

Ahmad Garuda    •    Rabu, 23 Jan 2019 07:25 WIB
industri otomotifrenault
Pengganti Ghosn di Renault, Diumumkan Kamis Besok
Pengganti Carlos Ghosn bakal diumumkan Renault pada Kamis (24/1/2019) besok. AFP

Prancis: Kasus demi kasus dari Carlos Ghosn yang mulai terungkap, membuat aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi langsung memutuskan untuk melengserkan Ghosn dari jabatannya sebagai CEO. Renault pun sudah siap mengumumkan nama pengganti Ghosn pada Kamis (24/1/2019) besok.

Seperti dikutip dari AFP yang mereka peroleh dari sumber terdekat di Renault, bahwa nama Thierry Bollore digadang-gadang jadi orang yang bakal menggantikan posisi Ghosn sebagai CEO. Sementara jabatan Ghosn sebagai Board of Chairman akan digantikan CEO Michelin, Jean-Dominique Senard.

Kabar yang sudah beredar ini, belum mendapat tanggapan dari Renault. Mereka cenderung masih bungkam dan hanya ingin menjawab ketika nama tersebut sudah mereka umumkan secara resmi pada Kamis nanti.

Sebelumnya diberitakan tentang desakan pemerintah Prancis untuk segera mencari pengganti Ghosn di Renault, lantaran posisi pemerintah negara itu jadi pemegang saham lebih dari 15 persen. Meski Renault sebelumnya sempat mempertahankan posisi tersebut, namun desakan pemegang saham terbesarnya ini, menjadi hal genting yang harus mereka selesaikan secepatnya.

Sekilas tentang calon pengganti Ghosn yaitu Bollore, tentu bukan orang baru dalam industri otomotif dunia. Ia sebelumnya sudah mengerjakan tugas utama Ghosn sebagai CEO ketika Ghosn menghuni jeruji besi di Jepang. Sebelumnya lagi, Ia bahkan lebih banyak bertugas untuk mengembangkan jaringan Renault di Asia.

Sementara Senard adalah sosok yang berpengalaman dalam dunia karet bundar alias ban mobil merek Michelin sejak 2005. Bahkan Ia menjadi orang pertama di luar keluarga utama pemilik saham terbesar Michelin yang dimandat memegang jabatan tertinggi di perusahaan Prancis itu. Ia diangkat jadi CEO Michelin pada Mei 2018 lalu.

Dengan pengumuman penggantian Ghosn ini, Renault dan pemerintah Prancis berharap bisa jadi momentum bangkitnya kembali mereka tersebut di pasar otomotif dunia.


(UDA)