Industri Otomotif

E-Commerce pun Kepincut Manisnya Bisnis Mobil Bekas

Ekawan Raharja    •    Rabu, 31 Oct 2018 12:27 WIB
industri otomotifmobil bekas
E-Commerce pun Kepincut Manisnya Bisnis Mobil Bekas
OLX semakin melirik bisnis iklan baris mobil bekas. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Bisnis dunia otomotif tampaknya masih menarik banyak kalangan. Selain semakin banyaknya iklan baris mobil (carlisting), bahkan e-commerce juga memiliki fokus untuk merambah bisnis otomotif.

General Manager OLX Indonesia, Olaf van Schagen, menjelaskan industri mobil bekas di Indonesia akan terus tumbuh hingga 2021. Bahkan diakui kalau OLX pun turut merasakan imbas dari geliat industri ini.

Dibeberkan kalau terdapat lebih dari 5,5 juta orang pembeli mencari mobil di OLX setiap tahun. Permintaan ini tidak hanya hadir dari Jabodetabek, tetapi juga kota besar seperti Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar.

"Dari sisi suplai, OLX menawarkan jenis, mereka, harga mobil bekas yang sangat bervariasi. Data internal OLX memperlihatkan bahwa delapan dari sepuluh mobil yang di jual online terdapat di platfrm iklan baris online ini," ujar Olaf van Schagen Rabu (31/10/2018) di The Hook Jakarta.

Chief Commercial Officer OLX Group, Agung Iskandar, menjelaskan lebih detail dalam setahun ada enam juta iklan mobil. Iklan tersebut diisi oleh 1 juta orang.

"Ini artinya ada satu banding enam. Dalam setahun ada satu orang yang menjual enam mobil di OLX," sambungnya.

Kemudian jika dirinci dari dari enam juta iklan mobil bekas, 80 persen di jual oleh personal dan 20 persen dari dealer mobil bekas.

"Hingga saat ini terdapat 9.000 dealer mobil bekas yang memanfaatkan OLX untuk memasarkan mobil dagangannya," jawab Agung.

Persaingan iklan baris mobil bekas di Indonesia terbilang cukup sengit dengan adanya Carmudi, Mobil123, Rajamobil, dan beberapa carlisting lainnya. Cuma OLX positif akan persaingan ini, dan menganggap ini menjadi pelecut untuk membuat layanan lebih baik.

"Perbedaan utama kita, fokus memberikan nilai tambah terbaik. Kita membuat base user lebih gampang berjualan dan lebih gampang membeli, sehingga orang jual beli mobil lebih gampang."

"Tanpa melihat ke depan iklan, calon pembeli bisa melihat kilometer mobil dan tahunnya apakah masuk atau tidak. Kemudian ketika masuk ke dalam bisa mengajukan kredit," pungkasnya.


(UDA)