Test Drive

Jajal Datsun Cross, Stabil Berkat Fitur Kelas Atas

Ainto Harry Budiawan    •    Sabtu, 10 Mar 2018 08:33 WIB
datsun
Jajal Datsun Cross, Stabil Berkat Fitur Kelas Atas
Datsun Cross stabil berkat fitur VDC yang disematkan. Medcom/ A. Harry Budiawan

Karawang: Bertempat di Bridgestone Proving Ground, Karawang, Datsun Indonesia mengajak jurnalis untuk mencoba produk terbaru mereka, Datsun Cross. Digelar dalam area terbatas, trek ini dibuat sesuai kondisi jalanan Indonesia.

Cross mulai dikenalkan pada publik 18 Januari 2018 lalu di Jakarta. Mobil ini tergolong 'murah' namun tak masuk dalam kategori LCGC (low cost green car).

"Cross tidak ada kompetitor yang head to head, karena mobil ini jadi yang pertama di kelasnya," kata Eiichi Koito, President Director PT Nissan Motor Indonesia di lokasi pengujian beberapa hari lalu.

Sesuai namanya, Cross dibuat sebagai compact crossover. Posturnya tinggi dengan ground clearance 200mm. Berbasis Datsun GO+, mobil ini punya tiga baris kursi, tapi baris ketiga lebih baik dilipat untuk bagasi saja.

Bahan fabric pada jok membungkus busa yang cukup empuk. Penumpang pun nyaman, meski sayangnya headrest baris kedua terlalu pendek, jika agak tinggi pastinya akan lebih baik meski pakai model menyatu.

Bukan LCGC, Cross punya desain yang lebih maskulin diarea depan. Lampunya dengan projector dan signature lamp, terdapat lampu kabut dan desain bumper gagah ala crossover. Buritan pun begitu, lebih 'laki'.

Kesan mobil 'murah' akan nampak saat Anda membuka kap mesin, bagian dalamnya tak ikut terkena car. Lalu desain dashboard yang sederhana, dan lampu belakang yang sama dengan GO atau GO+.

Puas mengamati desain eksterior dan interior, langsung saja dicoba. Duduk di dalamnya, masih berkesan kecil untuk pengemudi postur 172cm. Kursi bisa diatur maju-mundur dan sandarannya. Tak ada pengaturan posisi setir.

Mobil ini bertransmisi otomatis CVT, gerak laju mobil halus tanpa hentakan perpindahan transmisi. Xtronic CVT yang digunakan pun baru, dimensinya lebih ringkas dan ringan.

Pindahkan tuas transmisi menuju D, mobil mulai bergerak setelah release rem tangan yang kini ada di tengah. Akselerasinya cukup lembut, meski untuk sebagian orang transmisi CVT dianggap lemot.

Kebisingan suara luar mampu diredam dengan cukup baik. Sayang suara mesin justru terdengar sangat jelas, terutama saat berakselerasi cepat dan jarum putaran mesin menunjuk angka 4.000-5.000 rpm.

Soal performa, mesin 1.200 cc, DOHC, tiga silinder cukup untuk menggerakkan mobil berdimensi 3.995 mm x 1.670 mm x 1.560 mm (PxLxT). Kami sempat mencapai kecepatan 120 km/jam saat melibas trek lurus sejuh 800 meter. Lumayan.

Kemudian, ada simulasi jalan bergelombang dan polisi tidur. Suspensi terasa lebih kaku, namun tak begitu keras. Redaman suspensinya mantap. Kami merasa sedang mengendarai Nissan Grand Livina.

Handicap lainnya adalah jalur melingkar dan basah. Di sinilah handling Cross kami beri jempol. Itu karena adanya vehicle dynamic control (VDC) untuk menjaga mobil tetap stabil dan mencegah oversteer.

Di trek ini, kecepatan maksimal 40km/jam, tapi karena penasaran, kami melajukan mobil hingga 60km/jam. Saat diaktifkan, VDC seperti menjaga mobil tetap pada jalurnya.

Dengan kondisi yang sama kami lalu menonaktifkan VDC. Hasilnya buritan mobil serasa seperti mau bergeser ke luar jalur. Jelas fitur ini memberi rasa aman bagi pengemudi saat bermanuver.

Dengan harga yang ditawarkan, Cross jadi mobil pertama yang dilengkapi VDC. Fitur ini biasanya terdapat di mobil kelas atas. Untuk ulasan seputar VDC, bisa baca artikel disini. 

Secara keseluruhan, Datsun Cross jauh lebih baik dari dua model pendahulunya. Kabin lebih senyap, transmisi canggih serta fitur kestabilan dan ground clearance tinggi sangat cocok untuk Indonesia.

Harga yang ditawarkan terbilang kompetitif, Rp161,49 juta untuk transmisi manual lima speed, dan Rp173,99 juta untuk transmisi otomatis CVT. Tertarik menebusnya?


(UDA)