Industri Otomotif

Industri Otomotif Dukung Program Pendidikan Vokasi Industri

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 28 Jul 2017 18:37 WIB
industri otomotif
Industri Otomotif Dukung Program Pendidikan Vokasi Industri
Presiden RI Joko Widodo resmikan peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri. MTVN/M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Cikarang: Ketersediaan Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas masih menjadi isu penting untuk dibahas, lantaran kondisinya yang masih memperihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah, kurikulum pendidikan yang ada sekarang belum sinkron atau tidak sesuai dengan kebutuhan industri, dalam hal ini otomotif.

Hal itu ditegaskan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, bahwa ketersediaan SDM yang berkualitas harus didukung dengan pendidikan yang berkualitas pula.

Dalam rangka meningkatan kualitas daya saing SDM Indonesia, pelaku industri otomotif, Grup Astra, turut mendukung peluncuran program pendidikan vokasi, sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), .

"Masa dari saya kecil jurusannya itu-itu saja. Coba ada dibuatkan yang baru, misalnya Jurusan Bangunan, Jurusan Listrik, atau Jurusan Teknik Pengelasan, Teknik Baja, dan kalau perlu ada Jurusan Animasi. Saya lihat kerjasama ini sangat strategis sekali. Kita harus segera masuk ke situ kalau tidak ingin tertinggal dengan negara lain," kata Presiden RI, Joko Widodo, saat meresmikan program ini di Astra Otoparts, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

Tidak hanya industri otomotif, pelaku industri lainnya juga disebut mendukung program ini. Kerja sama yang dilakukan berupa praktek kerja lapangan (PKL), kunjungan industri dan pengembangan kurikulum SMK.

Program pendidikan vokasi tersebut merupakan program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri, yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian. Kedepannya program ini akan menyasar sebanyak 1.775 SMK hingga 2019, meliputi 845 ribu siswa yang ditargetkan dapat bekerja sama dengan 355 perusahaan.

Dalamm kesempatan yang sama Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdani Dzulkarnaen menyampaikan, kualitas tenaga kerja menjadi kunci sukses bagi pelaku industri untuk bersaing dan berkompetisi. Menurutnya, industri tak bisa hanya mengandalkan sisi keilmuan saja, tetapi harus juga mempertimbangkan sisi keterampilan tenaga kerjanya.


(UDA)