Safety Driving

Penumpang di Jok Belakang Wajib Pakai Sabuk Keselamatan

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 07 Aug 2017 08:09 WIB
Penumpang di Jok Belakang Wajib Pakai Sabuk Keselamatan
Pentingnya menggunakan sabuk keselamatan ketika duduk di jok belakang, Autoguide

Metrotvnews.com: Belum lama ini Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) merilis hasil penelitiannya, tentang anggapan bahwa duduk di kursi belakang lebih aman daripada duduk di depan, dan tidak perlu menggunakan sabuk pengaman.

Empat dari lima orang dewasa yang disurvei mengatakan, bahwa mereka tidak perlu repot-repot menggunakan sabut pengaman saat duduk di kursi belakang ketika melakukan perjalanan singkat atau bepergian dengan menggunakan taksi.

Survei tersebut juga menemukan fakta, bahwa banyak penumpang yang duduk di kursi belakang percaya, sabuk pengaman tidak diperlukan karena mereka yakin jok belakang lebih aman dari pada depan.

Namun pada 2015, IIHS dan The Children's Hospital of Philadelphia mengungkapkan data hasil penelitian di Accident Analysis and Prevention menemukan, bahwa tidak ada perbedaan risiko kematian dalam kecelakaan saat duduk di belakang dibandingkan dengan kursi depan. Penelitian dilakukan pada model kendaraan keluaran 2000 dan lebih baru. Sementara usia penumpang 13 tahun hingga 54 tahun.

Sebanyak 1.172 orang disurvei untuk penelitian antara Juni dan Agustus 2016, yang semuanya telah naik di kursi belakang selama enam bulan sebelumnya. Dari mereka yang disurvei, 72 persen mengatakan mereka selalu menggunakan sabuk mereka di jok belakang, sementara 91 persen mengatakan mereka selalu menggunakan sabuk mereka saat duduk di depan.

Hampir 40 persen orang yang disurvei mengatakan, bahwa mereka terkadang tidak menggunakan sabuk keselamatan dengan alasan tidak ada undang-undang yang mewajibkannya. Dan jika ada undang-undang semacam itu, 60 persen responden mengatakan akan meyakinkan mereka untuk menggunakan sabuk pengaman sambil duduk di kursi belakang.

"Bagi kebanyakan orang dewasa, masih aman untuk naik di kursi belakang dengan tidak menggunakan sabuk keselamatan, namum tidak berlaku untuk anak kecil," kata IIHS senior research engineer and a co-author of the study, Jessica Jermakian.
(UDA)